tobapos.co – Terdengar digrebek pasca diberitakan media ini beberapa hari lalu. Namun, lokasi transaksi jual-beli cip judi online higs domino di Jalan Kelambir Lima, Medan Sunggal wilayah hukum Polrestabes Medan telah beroperasi kembali tak lama berselang dan hingga kini. Rabu (7/9/2022).
Hasil penelusuran didapat, agennya memperketat pengawasan dengan menempatkan oknum aparat di lokasinya, ada pula yang lebih tinggi di atasnya sebagai beking untuk menghadapi bilamana persoalan lebih rumit.
Kapolsek Sunggal Kompol Chandra Yudha Pranata pernah dikonfirmasi terkait aktifitas transaksi judi online tersebut, beliau tegas mengatakan akan melakukan penyelidikan langsung.
Sekedar mengulas lebih dalam, bila petugas ingin mendapatkan titik lokasi agen besar cip judi online tersebut dirasa sangat gampang.
Tak jauh dari pajak Kampung Lalang menuju SPBU Kelambir Lima, di dekat Gang Pante yang sering digrebek kepolisian, ada toko sekaligus bengkel sepeda dikenal dengan nama Pandia##an, posisinya di sebelah kiri.
Terlihat bila malam, aktivitas keluar-masuk para pembeli-jual cip higs domino ramai, terkadang untuk mengelabui pintunya dibuka sedikit, sedangkan bila siang hari pemain bisa langsung masuk menemui orang yang duduk dibalik steling kaca.
Diperkirakan, agen cip Pandia##an termasuk besar omsetnya. Sebab dia mengisi ke beberapa agen di bawahnya.
Masih banyak lagi informasi yang akan dirangkum tim media terkait maraknya agen cip judi online terutama higs domino di Kota Medan. Dan akan dibeberkan pada pemberitaan selanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, hampir di semua Kecamatan di Kota Medan, Deli Serdang bahkan Sumut lebih dari setahun belakangan slot higs domino digemari masyarakat, dari anak-anak hingga orangtua.
Pasalnya, hasil kemenangan berupa cip, bila didapat 1 bilion (1 B), bisa ditukarkan dengan uang Rp60 ribu, sedangkan bila membeli harganya (1 B), Rp 70 ribu. Jadi para agen bisa mendapatkan untung Rp 10 ribu dalam setiap bilionnya (B).
Bisa dibayangkan, bila jutaan orang setiap harinya memainkan judi (higs domino) tersebut di Sumut saja, betapa besar keuntungan para agen. Pantaslah seperti pada berita -berita diketahui, triliunan rupiah bisa diraup para beking perjudian tersebut tak sampai setahun. Bagaimana pula dengan pemilik situs dan agen resminya dan mengapa tidak diblokir berwenang? (TIM)