Bupati Dairi Terkejut Soal Oknum Kepala Sekolah Diduga Sengaja Tak Salurkan KIP 

Headline Sekitar Kita

tobapos.co – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu tampak merasa heran dan terkejut mendengar informasi adanya jajaran di bawahnya, seorang oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri 037153 di Desa Maju Tor Nauli diduga tak menyalurkan hak sejumlah murid berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Ada apa, kenapa di sekolah tersebut?”  tanya Eddy Keleng didampingi ajudannya Niko Sembiring, sekaligus  mengaku belum menerima data informasi dimaksud.

“Segera kirimkan datanya,” pinta Bupati Dairi tersebut saat diwawancarai wartawan usai acara Musrembang di Hotel Santika Medan, Rabu (12/4/2023).

“Jika ada yang melanggar ketentuan,  kita akan melakukan langkah evaluasi.  Dan juga segera saya tindak lanjuti ke OPD-nya,” tambah Bupati melalui pesan ajudann6a Niko Sembiring.

Sebelumnya, harapan para orang tua murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 037153 Desa Maju Tor Nauli Kecamatan, Siempat Nempu, Sidikalang meminta ada perubahan yang signifikan. Jangan karena suaminya (Si oknum Kepala Sekolah) tidak terpilih menjadi Kepala Desa imbasnya jadi murid di sekolah tersebut korban.

“Kami sangat kecewa kepada Kepala Sekolah (Kepsek) karena anak-anak mereka yang selama ini mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) saat ini tidak lagi karena diduga tidak mendukung Kades yang merupakan suami Kepsek.”

Salah satu orang tua murid yang namanya tak mau dipublikasikan mengatakan, anaknya sudah lima tahun tidak lagi mendapatkan KIP.

“Saya tidak mengerti letak permasalahannya, bantuan KIP ini tidak lagi dicairkan semenjak suami Kepsek tidak terpilih menjadi Kades,” katanya, Sabtu (18/2/2023).

Dia menduga semenjak awal pertama RN mencalonkan diri untuk menjabat Kepala Desa (Kades), memang para orang tua murid itu mengaku tidak mendukungnya.

“Dari periode itu RN Kepala Desa, sementara isterinya RB Kepsek SDN di Desa Maju Tor Nauli berdampak buruk dibekukannya KIP bagi anak-anak kami sepanjang enam tahun ini,” keluhnya.

Jumlah orang tua murid di Desa Maju Tor Nauli itu diperkirakan 25 hingga 30 Kepala Keluarga yang kecewa kepada Kepsek RB yang diduga mempersulit anak-anak mereka memperoleh KIP, diduga hanya karena mereka tidak memilih RN (suami dari RB Kepsek SD Desa Maju) saat pencalonannya sebagai Kades periode ke dua setahun lalu.

Pemerhati Pendidikan Sidikalang JA Lumbangaol mengatakan, bila benar sinyalemen masyarakat bahwa orang tua murid tidak mendukung pencalonan suaminya jadi Kades lalu melampiaskan rasa dendamnya kepada anak-anak didiknya, maka RB selaku Kepsek telah mempertontonkan sikap arogan membabi-buta.

“Sikap karakter sombong dan angkuh seperti ini Kepsek seharusnya dicopot oleh Disdik dari jabatannya,” pinta JA Lumbangaol.

Lain lagi seseorang orang tua murid yang mengaku anaknya selalu tinggal kelas di sekolah, padahal anaknya bukan bodoh, tetapi karena tidak suka karena tidak mendukung pada pemilihan di Pilkades.

Masih banyak hal-hal yang tidak terpuji diungkap masyarakat dari perilaku RB selaku Kepsek di desa itu. Para orang tua siswa sangat mengharapkan tindakan tegas dari pihak Disdik untuk mencopot Kepsek sebelum para orang tua murid hilang kesabaran, lalu bertindak hukum masyarakat. (MM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *