tobapos.co – Dua bom bunuh diri mengguncang Kabul, Afghanistan, tepatnya di luar Bandara Internasional Hamid Karzai pada Kamis (26/8/2021).
Bom Afghanistan terbaru itu terjadi beberapa jam setelah negara-negara Barat memperingatkan orang-orang untuk menjauh dari bandara.
Peringatan itu dikeluarkan karena adanya potensi dan ancaman serangan oleh ISIS-K, afiliasi ISIS di Afghanistan.
Melansir BBC, berikut sejumlah fakta yang berhasil dihimpun.
Ledakan di luar bandara
Ledakan bom pertama terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat di dekat Hotel Baron, dekat perimeter Bandara Internasional Hamid Karzai.
Hotel itu digunakan oleh pejabat Inggris untuk memproses warga Afghanistan yang ingin pergi ke Inggris. Ledakan tersebut diikuti oleh suara tembakan.
Sedangkan ledakan bom kedua terjadi di dekat Abbey Gate, salah satu pintu masuk utama Bandara Internasional Hamid Karzai.
Menurut sejumlah laporan, ledakan kedua terjadi di dekat saluran pembuangan di mana warga Afghanistan sedang menunggu untuk diproses.
Seorang pejabat AS mengatakan, setidaknya satu pengebom bunuh diri mengenakan rompi peledak.
Pasukan AS dan Inggris baru-baru ini dikerahkan untuk menjaga area di sekitar Abbey Gate.
Menurut seorang sumber, satu penyerang menembak ke kerumunan orang.
Muncul juga laporan bahwa penjaga dari milisi Taliban menembak ke udara.
Jumlah korban
Jumlah korban akibat bom Afghanistan terbaru yakni sedikitnya 12 tentara AS dan 60 warga sipil. Namun angka kematian bisa terus bertambah.
Kementerian Pertahanan AS mengatakan sedikitnya 12 personel militer AS tewas dan 15 lainnya luka-luka. Seorang pejabat kesehatan senior di Kabul mengatakan kepada BBC bahwa sedikitnya 60 orang tewas dan 140 lainnya luka-luka.
Sejumlah gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan orang-orang yang terluka dilarikan dengan alat seadanya.
Beberapa negara menyelesaikan proses evakuasi
Serangan itu diprediksi bakal semakin mempersulit upaya untuk mengangkut ribuan orang keluar dari Afghanistan.
Sebelum bom Afghanistan terbaru, beberapa negara termasuk Jerman, Belanda, dan Kanada telah mengumumkan bahwa mereka tidak bisa lagi melakukan penerbangan.
Turki juga mengumumkan bahwa pasukannya, yang telah memberikan keamanan di Bandara Internasional Hamid Karzai selama enam tahun, ditarik. (REP/kompas)