tobapos.co – Setelah dengan logika yang diangkat sumber dan menjadi pertanyaan besar di publik, dari mana pasokan besar narkoba sabu-sabu yang bisa tak putus beredar di Jermal 15/tanah garapan & sekitarnya, Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang, Sumatera Utara? Kini bergeser kepada siapa yang menikmati hasil perputaran bisnis besar sabu-sabu disana yang dibeberkan.
Menurut beberapa sumber terpercaya, dari organisasi sampai oknum aparat dan politisi yang paling dominan menikmati. Ditanya wartawan lebih dalam, apa nama organisasi maupun siapa politisi yang dia maksud? Sumber meminta waktu yang tepat.
Baca juga..
Informasi terkini tetap dari sumber masyarakat, di Jermal 15 sekitarnya sampai detik ini belum mampu digaransi pihak berwenang supaya peredaran besar narkoba sabu-sabu ekstasi disana ditutup selamanya, kemudian para pengelola yang menjadi dalang hingga big bos SM dan BM ditangkap, disita negara seluruh harta kekayaannya sebagai TPPU.
Terkini diberitahu sumber lagi, portal terbuat dari besi dan kayu lebih diaktifkan, pengelola tidak mau kecolongan dengan pihak yang sengaja masuk berbaur sebagai pekerja hingga pecandu mencari informasi di Jermal 15 akan perputaran sabu-sabu di tempat itu untuk diungkap ke publik.
Baca juga..
Sebelumnya disebut dan telah dimuat dalam berita, duo big bos narkoba Jermal 15 (SM dan BM) bisa meraup sampai Rp 9 miliar rupiah, bahkan lebih perbulannya, itu dikalkulasikan sumber dengan contoh yang sangat sederhana.
Kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak dicoba layangkan konfirmasi melalui pesan whatsaap, tetapi hingga berita ini naik belum berbalas, dan hampir sama dengan Dir Dit Narkoba Poldasu Kombes Pol Cornelius Wisnu P Adji. Senin (19/12/2022). Sebelumnya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda mengatakan “Terimakasih informasinya, segera akan kita tindak,” kata beliau meminta wartawan menunggu.
Terus berusaha setia menjadi corong masyarakat, apalagi wartawan sebagai pilar ke 4 demokrasi tanpa mendiskreditkan pihak mana pun.
Memang keberadaan sarang narkoba besar-besaran di Jermal 15 sekitarnya tak asing terdengar penggrebekan dilakukan petugas, namun sepertinya ‘main kucing-kucingan’, meski kadang juga ada mengamankan sejumlah orang diduga pemakai hingga bandarnya, atau pun penggrebekan zonk. Dari lamanya perkampungan narkoba Jermal 15 sekitarnya eksis dan malah semakin berakar, apakah negara kalah dengan mafia narkoba disana? (TIM/foto-Int)