Aktivis Penyuara Korupsi di Sergai Dianiaya Oknum Pengurus OKP

Kriminal

tobapos.co – Tindak kekerasan terhadap aktivis yang kerap menyuarakan kasus korupsi kembali terjadi di Serdang Bedagai (Sergai), Kamis, 4 Februari 2021.

Aksi brutal hingga menimbulkan luka fisik terhadap Fakhrurozi Al Banjari, Ketua LSM Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Anti Korupsi Sumatera Utara (OMMBAK-Sumut) diduga dampak dari aksi unjukrasa soal indikasi penyalahgunaan Dana Desa pada program bimbingan teknis (Bimtek) yang tiap pekan disuarakan untuk di proses hukum.

“Pelaku ini infonya salah satu pengurus organisasi kepemudaan (OKP) di Kabupaten Sergai. Menurut saya, mereka tidak terima atas aksi kami soal Bimtek dan indikasi plesiran sejumlah Kepala Desa yang diduga menggunakan Dana Desa,” ujar Fakhrurozi Al-Banjari melalui wawancara via selular, Kamis (4/2/2021).

Dijelaskan Rozi (foto) sapaan akrabnya, kronologis kejadian tindak kekerasaan itu terjadi saat dirinya sedang minum kopi di warung RtwoD Perbaungan, Sergai, Sumatera Utara, pada Kamis (4/2/2021) sekira Pukul: 00.30 WIB.

Rozi yang dikenal kerap menyuarakan kasus korupsi Pemkab Sergai itu didatangi pelaku bersama rekannya, yang diketahui memiliki hubungan kedekatan dengan salah satu Kepala Desa di Kabupaten Sergai.

“Tidak berapa lama, datang seorang pemuda berbadan tegap menanyakan nama saya. Kau yang namanya Rozi, saya jawab iya,”jelas Rozi.

Mendengar pengakuan itu, lanjut Rozi menceritakan, pelaku yang diketahui bernama Fadly Tarigan itu melanjutkan ucapannya dengan mengatakan bahwa Rozi memiliki banyak masalah dengan pelaku.

Usai mengungkapkan pernyataan tersebut, Rozi mengaku langsung dianiaya dan dipukul di bagian hidung dan mulut.

“Banyak masalah kau sama aku. Begitu kata dua orang itu. Tak lama, dua orang rekan pelaku datang menghampiri aku dan langsung memukul di bagian hidung dan mulut hingga mengeluarkan darah,”ungkap Rozi.

Diakui Rozi, sebelum insiden kekerasan ini terjadi, teror dan intervensi juga kerap diterima melalui komunikasi selular.

Sehingga, ketika dihampiri ke warung, firasat buruk sudah diduga bakal terjadi. Untuk Meredam emosi para pelaku, Rozi mengakui sempat mengajak para pelaku duduk dan berbicara baik-baik.

“Saya awalnya bilang duduk dulu. Tapi tiba-tiba dua orang itu langsung main pukul. Hidung saya pun berdarah,” terangnya.

Tak hanya itu, lanjut Rozi, kuat dugaan kekerasaan dialaminya merupakan dampak dari aksi unjukrasa adanya dugaan korupsi penyalahgunaan Dana Desa Pemkab Sergai.

Terbukti ketika para pelaku mengucapkan kata-kata intervensi atas aksi unjukrasa yang LSM Ommbak lakukan selama ini.

“Pelaku ada bilang demo-demo aja kau, nanti kau mati,” ucap Rozi menirukan ucapan pelaku.

Ironisnya, sebelum Rozi mengakhiri, ketika dirinya dianiaya pengunjung di warung mencoba melerai, justru aksi brutal pelaku semakin menjadi.

“Rambut saya dijambak lagi. Kemudian tiga pelaku lain menghajar saya sampai saya tersungkur. Kemudian pelaku kabur,” beber Rozi.

Usai insiden kekerasan tersebut, dengan kondisi luka-luka, Rozi membuat laporan ke pihak kepolisian untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Didampingi rekan-rekan aktivis lainnya, korban membuat LP ke Mapolres Sergai dengan bukti laporan Nomor STTLP/21/2/2021/SU/Res Sergai. (Sofar Panjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *