Ahmad Faisal Forsu Kembali Diadili Kasus UU ITE di PN Medan

Headline Kriminal

tobapos.co – Setelah sempat mendekam di balik jeruji besi karena tersandung kasus pencemaran nama baik di media sosial melanggar UU ITE, Ahmad Faisal Nasution alias Ahmad Faisal Forsu kembali diadili dalam kasus yang sama di Pengadilan Negeri (PN) Medan, pada Senin, 15 Maret 2021.

Sebelumnya pada tahun 2018, pria 43 tahun ini dijatuhi hukuman 1 tahun penjara (Narapidana) karena terbukti bersalah mencemarkan nama baik pejabat PDAM Tritanadi Medan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson Victor mengatakan, terdakwa Ahmad Faisal Forsu didakwa mencemarkan nama baik korban Ali Azrizal.

“Pada tanggal 12 Agustus 2020, terdakwa Ahmad Faisal Forsu melakukan postingan pada akun facebook atas nama Bob Faisal Forsu miliknya,” kata Jaksa membacakan dakwaannya di hadapan Ketua Majelis Hakim, Abdul Azis.

Baca Juga :   Pencuri Senjata Api Personil Polda Sumut Dibekuk

Dalam postingan tersebut berupa caption “Teringat akan nasi bungkus di meja ruangan Pidsus pemborong inisial AR jelas lebih mahal daripada nasi bungkus milik cebong dan kampret, serta bedanya pun sangat bertolak belakang. Klw nasi bungkus cebong kampret jual beli ayat dan dukungan, klw nasi bungkus ruangan Pidsus pemborong tentu jual nama Tamora dan Asrama Haji konon juga Rasuna Said.

Aksara 90M jalan busi apa kabar pemborong makelar proyek oknum-oknum institusi ” dengan tagar #UsutHartaKekayaanOdied #UsutHarta Kekayaan Aspidsus #Tangkap PemborongMakelarProyek.

“Dimana di dalam postingan tersebut, terdakwa menampilkan 1 buah foto seseorang berbadan gemuk dan tanpa kepala yang sedang memegang nasi bungkus dimana foto tersebut adalah foto korban Ali Azrizal yang diambil terdakwa dari akun facebook atas nama Ashari Sinik,” ungkap Jaksa.

Baca Juga :   Pesimis Swasta Mau Jadi Sponsor, Ujang: DKI Terjebak Terlanjur Bayar Komitmen Fee

Lebih lanjut dikatakan Jaksa, kemudian terdakwa sengaja melakukan pengeditan dengan cara memotong (meng-crop) foto tersebut sehingga tidak hanya nampak bagian tubuh dan tanpa kepala agar orang yang membaca atau melihat postingan tersebut tidak mengenali siapa sebenarnya orang yang ada di dalam foto tersebut.

“Postingan tersebut memberikan arti bahwa korban Ali Azrizal adalah sebagai makelar proyek, pengusaha hitam dan merupakan piaraan (peliharaan) dari aparat penegak hukum,” beber Jaksa.

Jaksa menjelaskan, akibat postingan terdakwa, menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan penilaian negatif orang lain pada korban Ali Azrizal karena nama baiknya menjadi tercemar dan menimbulkan kebencian orang lain.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 tahun 1946 Subs Pasal 27 ayat (3) UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 45 ayat (3) UU No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” pungkas Jaksa.

Baca Juga :   Kabar Gembira, 12 Warga Di Sergai Sembuh Dari Covid-19 

Usai mendengarkan dakwaan, Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda eksepsi. (Sofar Panjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *