tobapos.co- Banyaknya aturan/Perda Kota Medan yang dikangkangi pengelola tempat “dugem” Traxx Club KTV eks Lee Garden di Jalan Nibung Baru, Medan Petisah dalam operasionalnya, namun tak kunjung ditindak menimbulkan beragam asumsi negatif di masyarakat atas kinerja pihak berwenang.
Kerap melanggar jam operasional contohnya, Dinas Pariwisata Kota Medan dan Satpol PP terkesan tutup mata. Soal dugaan peredaran narkotika hingga miras ilegal juga, kepolisian setempat juga seperti bungkam.
Dari itu, masyarakat berharap besar Walikota Medan Bobby Nasution mau turun tangan memimpin penindakan terhadap Traxx Club KTV eks Lee Garden dimaksud.
Pasalnya, dari beragam komentar yang dirangkum wartawan, dinilai beroperasinya Traxx KTV eks Lee Garden tersebut lebih banyak sisi negatif ditimbulkan dibanding yang positif.
Informasi lebih dalam didapat, disebut bahwa lahan dan bangunan tempat beroperasinya Traxx KTV eks Lee Garden merupakan aset Pemko Medan. Dan bila jelas demikian, apakah Pemko Medan mendukung berdirinya sarang maksiat atau perbuatan terlarang bahkan melawan hukum?
Masih banyak informasi membuat kepala bergeleng didapat dari memperhatikan operasional Traxx KTV eks Lee Garden, termasuk anak dibawah umur yang disebut bebas masuk kesana.
Ironinya, kondisi-kondisi yang ada itu dicoba konfirmasi kepada pria dipanggil Dedek disebut sebagai menejer Traxx KTV, hingga berita dimuat belum menjawab.
Kepala Satpol PP Medan Rakhmat Harapap mengatakan pihaknya menunggu Dinas Pariwisata sebagai fungsi pengawasan baru melakukan penindakan terkait informasi miring dari wartawan terhadap Traxx KTV.
Kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Velentino Alfa Tatareda juga dicoba konfirmasi, namun sepertinya sama dengan Dedek.
Guna menggali kejelasan lebih dalam, kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Medan, Zulkarnain Lubis akan segera dikonfirmasi hingga kepada Walikota Medan Bobby Nasution yang juga menantu Presiden Joko Widodo. (TIM/BRSMB)