tobapos.co – Warga RT 11/04 Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (28/03/2021), mendapat durian rutuh, karena lingkungan tempat tinggalnya mendapat giliran menjadi lokasi bakti sosial (Baksos) yang dilakukan pengusaha yang juga aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma. Baksos diselenggarakan di Jalan C Karang Anyar RT 11/04.
Sebelumnya, pada 14 Maret 2021, Lieus melakukan Baksos di RT 14/01, Kelurahan Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat; dan pada 21 Maret 2021 melakukan Baksos di delapan RT di RW 01 Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, yakni RT 02, 03, 04, 05, 06, 07, 08, dan RT 10.
Pada Baksos hari ini, Lieus membagikan 120 karung beras dengan bobot 5 kg/karung, 500 buah masker; 500 bungkus ramuan herbal China, 300 sachet kopi dan 120 porsi mi ayam yang diolah di lokasi baksos.
Pengolah mi ayam ini adalah karyawan di Warung Mie Ayam Makar milik Lieus yang berlokasi di Jalan Pancoran, Kelurahan Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.
“Saya senang kalau melihat orang senang. Jadi, kalau ada uang, ya kita berbagi,” kata Lieus (foto-baju putih), soal Baksos yang telah tiga minggu beruntun dilakukannya.
Lieus bahkan mengatakan, jika tak ada halangan, hari Minggu pekan depan ia akan melakukan Baksos lagi. Begitupula selama Ramadhan.
“Soal lokasinya, nanti kita cari lagi dimana sebaiknya,” kata dia.
Lieus menjelaskan, hari ini lokasi Baksos ditentukan di Karang Anyar RT 11/04, karena ia respek pada ibu-ibu di RT ini yang setiap akhir pekan rutin melakukan senam aerobik untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Kawan saya, Sinshe Budi, memvideokan ibu-ibu ini ketika senam, dan men-share videonya ke saya. Begitu saya tonton, saya pikir; wah, bagus ini, karena ibu-ibu ini pasti rutin melakukan senam untuk menjaga kebugaran tubuh, karena jika tubuh bugar, pasti imunitas bagus dan dapat terhindar dari infeksi Covid-19. Nah, saya terdorong untuk membantu ibu-ibu ini agar imunitas tubuhnya terjaga dengan baik, dengan memberikan ramuan herbal China. Bila di antara ibu-ibu itu ada yang imunitasnya masih lemah, ramuan herbal China itu dapat membantu untuk meningkatkannya,” kata Lieus.
Ramuan herbal China yang diberikan Lieus terdiri dari Huang qi (Astragalus Propinquus), Bei sha shen (Adenophora), Fei zhi mu (Anemarrhena), Lian qiao (Forsythia), Cang zhu (Atractylodes) dan Ji geng (Platycodon) yang memiliki banyak sekali khasiat, terutama untuk meningkatkan imunitas tubuh, mengatasi batuk, mengeluarkan dahak, pilek dan mengobati paru-paru, sehingga baik untuk mencegah paparan Covid-19.
Masker dibagikan agar warga dapat menjalankan protokol kesehatan, yakni memakai masker; beras dibagikan karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia; kopi dibagikan karena kopi termasuk minuman yang digemari masyarakat Indonesia; dan Mie Ayam Makar dibagikan agar warga RT 11/04 Karang Anyar dapat juga menikmati kelezatan mi ayam yang dijual di Warung Mie Ayam Makar milik Lieus.
“Intinya, dengan Baksos ini saya ingin membantu warga terhindar dari paparan Covid-19, dan ingin membuat mereka happy. Karena saya tahu betul pandemi Covid-19 yang telah memukul perekonomian nasional, bahkan perekonomian dunia, mengimbas ke masyarakat kecil, dan saya tidak ingin melihat atau mendengar ada masyarakat kecil yang kesulitan beli beras dan jadi jarang minum kopi,” katanya.
Menurut Deni, ketua RT 11/04 Karang Anyar, ada 70 ibu-ibu yang tiap hari Minggu melakukan senam aerobik.
“Instrukturnya istri saya,” kata dia.
Sebelum Baksos dimulai sekitar pukul 08:30 WIB, seperti biasa ibu-ibu berkostum olahraga merah itu melakukan senam aerobik dengan diiringi musik yang ngebeat dengan dipandu sang instruktur yang berada di panggung agar setiap getakannya dapat dilihat dan ditiru para peserta.
“Mereka rutin senam dari jam enam. Sudah berlangsung sejak saya menjadi ketua RT dalam satu periode ini,” jelas Deni.
Tak lama setelah senam selesai, Baksos dimulai. Ibu-ibu yang kelelahan itu nampak menjadi bersemangat kembali karena selain mendapat bantuan beras, kopi, ramuan herbal, masker dan seporsi mi ayam, mereka juga masuk daftar prioritas penerima bantuan.
Maka, begitu diberitahu bahwa Baksos dimulai, mereka langsung berbaris sambil membawa kupon yang sebelumnya telah dibagikan ketua RT.
Setelah menerima bantuan beras, kopi, ramuan herbal dan masker, mereka lalu antre lagi untuk mendapatkan seporsi mi ayam.
“Waduh, senang sekali. Sudah dapat sehat dari senam, dapat bantuan lagi. Kalau bisa sih jangan cuma hari ini,” kata Susilowati, salah seorang ibu peserta senam.
Beras, kopi, ramuan herbal dan masker yang tersisa setelah semua ibu-ibu peserta senam mendapatkan bagiannya, dibagikan Lieus secara door to door dengan dibantu Sinshe Budi.
Antusiasme masyarakat untuk mendapat bantuan sangat luar biasa karena yang datang tak hanya dari RT 4 yang berjumlah 50 KK, tapi juga dari RT-RT di sekitarnya, sehingga tak sedikit yang tidak mendapatkan beras dan harus puas mendapat masker dan ramuan herbal China.
Membludaknya peminat Baksos ini juga membuat 120 porsi mi ayam yang disiapkan tak cukup, sehingga karena 120 mangkok sterofoam yang dibawa habis, warga ada yang terpaksa membawa mangkok dari rumah. (TP 2)