Wujud Keberagaman Gedung Gereja GKI Puri Indah Diresmikan Anies

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan Gedung Gereja Kristen Indonesia Puri Indah, Taman Permata Buana, Jakarta Barat, Sabtu (06/11/2021). Dalam acara peresmian yang digelar secara hybrid tersebut, Gubernur Anies terlebih dahulu memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam mendirikan gereja tersebut.

“Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kepada kita kesehatan dan kemudahan, sehingga pada hari ini, bisa sama-sama menjadi saksi atas hadirnya sebuah ikhtiar untuk menjaga iman, menjaga kesalihan di Jakarta. Saya ucapkan selamat kepada semua yang bekerja. Di depan podium yang berikan sambutan satu-dua orang, tetapi di belakangnya ada ratusan hingga ribuan orang yang bekerja dalam pembangunan gereja ini. Kita berada di GKI hari ini membawa sebuah pesan pada semua tempat bahwa hari ini akan hadir penyebar kedamaian dan keteduhan untuk Jakarta dan Indonesia,” jelas Anies.

Anies menyampaikan bahwa Jakarta merupakan simpul dari pertemuan semua unsur yang ada pada bangsa ini. Anies menuturkan, beberapa waktu lalu, bangsa ini memperingati Sumpah Pemuda yang merupakan peristiwa perjalanan menjadi Indonesia, di mana terjadi kesepakatan besar yang membuat kita menjadi persenyawaan bernama Indonesia, memiliki tujuan untuk meraih kemerdekaan sejati ditandai dengan hadirnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Bangsa Indonesia ini bukan percampuran dari berbagai unsur, melainkan sebuah persenyawaan. Artinya, semua unsur yang ada berinteraksi menuju unsur baru, dan persatuan yang disepakati Indonesia bukan persatuan asal usul, tapi persatuan tujuan, mengapa kita bersatu? Karena, kita ingin meraih kemerdekaan sejati yang ditandai hadirnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang membuat kita merasakan kesetaraan di dalamnya,” tambahnya.

Anies juga menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta dari awal selalu berkomitmen untuk mengikhtiarkan hadirnya keadilan dan kesetaraan, termasuk dalam kesetaraan untuk memperoleh hak beribadah dengan tenang dan nyaman.

“Sehingga, bila melihat bhinneka tunggal ika, bhinneka adalah anugerah Tuhan, sedangkan menunggal adalah ikhtiar kita dan yang terjadi di tempat ini adalah menunjukkan persatuan Indonesia, di mana kita rasakan kesetaraan, kebersamaan dan ini kita perlu dorong terus bahwa kita semua memiliki keinginan untuk menjaga. Dan, saya perlu sampaikan, rasa persatuan harus dirawat dengan memberikan keadilan, kesetaraan, kesamaan dalam kesempatan dan itu adalah komitmen kita (Pemprov) di Jakarta,” paparnya. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *