tobapos.co – Pasca dilaporkan masyarakat melalui salah satu media online ke Ditreskrimsus Polda dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sekira tahun lalu, sesuai info didapat. Namun hingga kini, Rabu (14/7/2021) Kepala Sekolah SMAN 1 Pancur Batu Joni Siregar tampaknya belum dapat dijerat hukum.
Tetapi ada yang miris berhubungan dengan kasus tersebut, malah oknum wartawan baru-baru ini yang ditangkap pasca berusaha keras membongkar kembali persoalan itu agar diketahui publik, katanya melakukan pemerasan.
“Seharusnya informasi yang dibeberkan oknum wartawan (Fahri) itu lebih dikejar aparat hukum. Apalagi sudah dilaporkan. Bila terbukti apa yang diungkap wartawan, masyarakat luas tentunya akan sangat senang, karena memang korupsi di lingkungan pendidikan dirasa sudah sangat merajalela, meresahkan, korbannya banyak, para orangtua murid juga negara,” kata Doni Nainggolan berprofesi sebagai wartawan.
Lanjut Doni, “Jangan sampai kejadian ini menimbulkan asumsi, tangan aparat penegak hukum dijadikan alat untuk membungkam suara wartawan? Kita minta laporan dugaan korupsi Kepala Sekolah SMAN 1 Pancur Batu agar segera menjadi atensi Kapolda Sumut dan Kajatisu untuk diungkap ke publik sudah sampai dimana atas laporan itu, ini untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” tutup pria yang juga Sekjen Komite Wartawan Reformasi Indonesia, Kota Medan.
Sebelumnya diperoleh informasi, dugaan korupsi Kepala Sekolah SMAN 1 Pancur Batu itu (Joni Siregar), terkait Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2019, berupa pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah hingga pembelian alat multi media
Terkait ini, Kepala Sekolah SMAN 1 Pancur Batu, Joni Siregar yang dicoba konfirmasi melalui pesan whatsapp di nomor 085262081XXX oleh tim media tobapos.co, meski diduga telah dibaca, namun hingga berita ini dimuat belum dibalas beliau dan akan terus dicoba kembali. (TP/TIM/foto-int)