Sandiwara Di Balik Kuatnya Kerajaan Narkoba Sky Binjai Terus Dibongkar, Ada ‘Nyi Roro Kidul dan Blorong’ Lebih Berkuasa (3)

Headline Kriminal

tobapos.co – Sampai saat ini Sumut  menjadi peringkat pertama provinsi tertinggi penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang merupakan data akurat yang diungkap Kepala BNNP Brigjen Toga Panjaitan tahun kemarin saat memperingati HANI.

Keterangan itu dihadapan seluruh unsur Forkopimdasu, dari Gubernur Edy Rahamaydi, Kapolda Irjen Panca sampai Ketua DPRD Baskami Ginting jelas mengetahui. Namun apa lacur, solusi nyata belum terasa, malah lokasi narkoba di kawasan pemukiman masyarakat lebih terbuka, semakin terang-terangan, menggurita.

Dari sekian banyak lokasi sarang narkoba yang ada di Sumut, seperti resmi sebagai peredaran sekaligus penyediaan tempat mengkonsumsinya, lokasi santer paling besar diketahui ada di Dusun Sukatani, Desa Namo Rube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, sering disebut Sky Binjai tak jauh dari Sky Garden.

Meski terdengar berkali digrebek petugas berwenang, ironinya tak butuh lama sudah bersemi kembali para bandar dan pengguna antri membeli juga mengkonsumsi sabu-sabu disana.  Pantas omsetnya diperkirakan bisa ratusan juta perhari, ditambah lagi segala judi  jenis mesin yang disiapkan pengelolanya diperkirakan ratusan unit lebih.

Kondisi itu bisa terjadi patut diduga karena adanya sandiwara. Sebab, mengapa tidak langsung ditangkap rajanya, padahal masyarakat awam pun tahu, akar berkembang pesatnya Sky Binjai sampai saat ini menjadi Kerajaan Narkoba dan Judi, inisial ST lah rajanya, sedangkan sebenarnya “Nyi Roro Kidul dan Blorong” yang lebih berkuasa, istana narkoba ST juga disebut-sebut berada tak jauh dari lokasi Sky Binjai bergenteng merah darah.

Baca juga..

Dari semua informasi yang dibongkar masyarakat tentang Sky Binjai kepada wartawan, apalagi bertahun-tahun aparat paling hanya berkutat menangkap bandar kecil dan pengguna yang bawa pulang saja, kalimat Sandiwara Kerajaan Narkoba Sky Binjai ‘Nyi Roro Kidul dan Blorong’ Berkuasa, layak diungkapkan. Supaya publik lebih tahu kondisi kronis dan terkoordinir rapi maraknya narkoba saat ini di Sumut,  yang mana diduga karena ada restu pimpinan oknum aparat itu sendiri.

Terkait ini, masyarakat sekitar Sky Binjai yang sudah lama dan sangat merasa resah, memohon kepada Presiden Jokowi menempatkan kepecayaanya sebagai pimpinan tertinggi untuk tugas membasmi narkoba di Indonesia dengan yang benar-benar serius, sebab sangat berpengaruh sampai ke daerah-daerah bila di atasnya lemah.

Lebih ironi saat ini dibanding masa-masa sebelumnya, itu sangat terasa di Sumut, Kota Medan terlebih sebagai ibukotanya dan daerah pinggirannya, dimana saat ini basis-basis peredaran hingga penyediaan tempat mengkonsumsi narkoba terutama sabu-sabu sepertinya sudah menjadi lumrah. Malah, oknum-oknum aparat berani berpakaian dinas layaknya menjadi pengawas secara terang-terangan bekerja pada jaringan narkoba.

Soal Sky Binjai Kerajaan Raksasa  Narkoba dan Judi saat ini yang kebal hukum dengan inisial ST disebut sebagai rajanya, karena berada di wilayah hukum Polrestabes Medan, Polda Sumut, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda dan Irjen Pol Panca Putra Simanjutak dicoba konfirmasi sekaligus bentuk pemberian  informasi. Tetapi mengapa belum mau juga menjawab, wartawan juga bingung, yang seharusnya kedua pejabat tinggi kepolisian di Medan-Sumut itu cepat-cepat memberikan apresiasinya kepada siapa saja yang berani melaporkan informasi berharga terlebih sebenarnya mendukung tugas mereka.

Lanjut kepada Kepala BNNP Sumut Brigjen Toga Panjaitan yang lebih khusus menangani soal narkoba, mantan Dir Narkoba Polda Sumut itu pun sepertinya sama, belum mau membalas pesan dan telepon upaya konfirmasi wartawan. (MRI/bersambung/foto-ilustrasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *