Samkwan Dikelola Aju Tak Kunjung Digrebek, Malah Santer Gegara Beritakan Judi Rumah Dibakar

Headline Kriminal

tobapos.co – Sudah sampai pucuk pimpinan tertinggi diinformasikan, namun perjudian dikelola Aju Binjai yang berlokasi berlokasi di Dusun 2, Pasar 7, Desa Tandem Hilir 1, Kecamatan Hamparan Perak, masuk wilayah hukum Polres Binjai, Polda Sumatera Utara, hingga kini Selasa (15/6/2021), belum juga terdengar digrebek. Malah dari Binjai, rumah orangtua Wartawan yang santer terdengar dibakar diduga akibat pemberitaan judi.

(Berita sebelumnya :

Padahal, mulai dari warga, tokoh masyarakat bahkan hingga dari lembaga legislatif meminta Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak memerintahkan bawahannya agar menutup perjudian jenis samkwan di lokasi dimaksud. Namun apa lacur? Informasi diterima tetap beroperasi, bahkan semakin semarak. “Masih main bang, makin ramai,” ujar sumber.

Baca Juga :  Cabor Kuda Pacu: Pertama Kali Ikut PON, Sukses Jadi Juara Umum

“Lokasi judi harus segera ditutup, ditangkap pengelolanya, karena dinilai sangat banyak mudaratnya. Padahal Pemerintah Indonesia dengan tegas sedang memerangi Covid 19. Tapi bandar judi samkwan malah mengumpulkan massa yang dikhawatirkan menularkan (kluster) virus corona,” ungkap Anggota DPRD Deli Serdang Legimun SPd.

Sebelumnya Diberitakan

Perjudian jenis samkwan disebut-sebut dikelola Aju tersebut dibuka sejak sore hari hingga subuh.

Sejumlah oknum diduga terlibat membekingi dan menerima ‘siraman’ dari Aju agar perjudian itu aman meski dimasa pandemi Covid-19 saat ini lokasi itu rawan jadi kluster.

Sebelumnya, sekitar 3 minggu lalu, Polres Binjai dipimpin AKBP Romadhoni Sutardjo SIK melalui Kasat Reskrim AKP Yayang terkait perjudian itu sempat mengungkapkan “Akan kita Lidik dan tindak tegas”. Namun faktanya?

Baca Juga :  Soal Isu Kelebihan Bayar Inspektorat DKI Bantah tak Ada Kerugian Keuangan Daerah

Kemudian di tempat terpisah Direktur Ditreskrimum Polda Sumut Kombes Pol, Tatan Dirsan Atmaja, coba dikonfirmasi melalui sambungan dan pesan whatsaap, tetapi sayangnya hingga berita ini dimuat kembali belum memberikan tanggapannya. Kemana lagi masyarakat mengadu? (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *