Pertanyakan Capaian 100 Hari Kinerja, GM PPMA Gelar Aksi Temui Bupati Asahan H. Surya

Peristiwa

tobapos.co – Generasi Muda Perkumpulan Persaudaraan Masyarakat Asahan (GM PPMA) menggelar aksi di halaman kantor Bupati Asahan untuk mempertanyakan hasil capaian kinerja Bupati Asahan H. Surya Bsc selama 100 hari pasca dilantik. Selasa (08/06/2021).

Dalam aksi tersebut, Muhammad Syafi’i selaku Korlap menyampaikan pernyataan sikap, dimana Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik.

Lebih lanjut disampaikannya, dalam ayat (2) UUD 1945 berisi ketentuan bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat yang dilaksanakan dengan berdasarkan pada UU. Sementara ayat (3) pada UUD 1945 berisi ketentuan bahwa Indonesia merupakan negara hukum.

Indonesia adalah negara yang menganut sistem hukum Eropa Kontinental dan Civil Law. Dalam Hukum Tata Negara, bentuk hukum (Indonesia) mendefinisikan hubungan antara berbagai lembaga, yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.

Bicara soal hukum, berarti bicara soal kekuasan, bicara soal kekuasaan berarti bicara soal kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, tidak boleh melebihi.

Syafi’i menyampaikan bahwa sesungguhnya selama ini GM PPMA memantau kinerja Bupati Asahan H.Surya BSC sejak dilantik, sudah 100 hari Bupati menjabat dan menjalankan tugas sebagai Kepala Daerah, namun kondisi yang terjadi saat ini terlihat bukan semakin membaik malah semakin memburuk.

Hal tersebut menurutnya dapat dilihat dari sistem pemerintahan ataupun oknum oknum yang mejalankan sistem tersebut, seperti contoh, masyarkat Kota Kisaran sudah mengeluh dengan kerusakan badan-badan jalan di tengah – tengah kota, namun sampai saat ini pemerintah tak kunjung berupaya dalam memberbaikinya.

“Bisa dibayangkan jika di tengah – tengah kota saja tidak ada perhatian Pemkab Asahan, lantas bagaimana bisa meperhatikan 25 Kecamatan dengan 204 Desa/Kelurahannya?” tanya Syafi’i dengan teriakan suara lantang.

Dirinya juga menyampaikan bahwa GM PPMA sudah melakukan pemantauan di 25 Kecamatan terkait infrastruktur dan sistem pelayanan publik, ternyata masih jauh dari kata baik, akses jalan di Kecamatan Sei Kepayang, Air Batu, Pulau Rakyat, Bandar Pulau, Aek Ledong apalagi Kecamatan Teluk Dalam jika saat musim hujan bagaikan kubangan kerbau.

Jika pemerintah dalam hal ini tidak melaksanakan apa yang diamanahkan oleh UU dalam menjalankan tugasnya itu artinya pemerintah sudah merenggut hak asasi manusia sebagaimana yang tertuang dalam UU no 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia pada bagian ke empat pasal 17,18,19 yaitu hak untuk memperoleh keadilan.

Lantas, bagaimana dengan Visi dan Misi masyarakat Asahan Sejahtera Religius dan Berkarakter? Apa standar / ukuran keberhasilannya jika di 100 hari kerja Bupati terpilih, belum memiliki langkah-langkah konkrit maupun gebrakan yang berarti untuk suatu perubahan ?

Benarkah visi dan misi itu akan dilaksakan dengan baik ataukah hanya sebatas “angin syurga” untuk masyarakat Kabupaten Asahan, ataukah sengaja diciptakan sebagai dongengan untuk masyarakat pasca kampanye saja?

Karna jelas sejahtera berarti suatu kondisi orang-orang yang terlibat di dalamnya berada dalam keadaan sehat, damai dan makmur dan religius adalah bersifat religi, atau keagamaan sedangkan berkarakter adalah berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak. Namun faktanya visi dan misi tersebut belum dirasakan masyarakat, padahal 100 hari Bupati menjalankan tugas sejatinya memiliki cukup waktu dalam pengabdian maupun kerja nyata.

Pantauan wartawan dilokasi aksi, Wakil Bupati Asahan Taufik ZA yang didampingi Sekdakab Asahan John Hardi Nasution dan beberapa Pimpinan OPD lainnya saat ingin menanggapi dan menjawab pertanyaan sikap ditolak para pendemo yang ingin langsung mendengar langsung jawabannya dari Bupati Asahan H. Surya Bsc.

Aksi tersebut juga sempat terjadi aksi dorong mendorong hingga kedepan pintu ruang kerja Bupati Asahan dan di depan pintu ruang kerja Bupati tersebut para pendemo kembali menyampaikan pernyataannya.

Namun dikarenakan Bupati Asahan tidak berada di tempat akhirnya para pendemo membubarkan diri dan melanjutkan aksi damainya di bundaran Tugu Juang jalan Imam Bonjol Kisaran. (Adit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *