Pemprov Sumut Targetkan Semua Aset Tanah Disertifikasi

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Sebanyak 1.713 persil aset’ tanah sudah bersertifikat, sedangkan sisanya 1.550 masih dalam proses. “Tahun 2024, sertifikasi aset tanah Pemprov Sumut kita targetkan selesai. Taahun 2021 ini,” kata Kadiskominfo Irman Oemar. Pemprovsu menargetkan 400 persil, kemudian ditambah KPK menjadi 500, kita akan kerjakan itu dengan bantuan KPK dan BPN, sebagaimana dijelaskan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina usai rapat Koordinasi dengan KPK, BPN Sumut, Sekda se-Sumut secara virtual di Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomo 30, Medan, Senin (15/2/2021).

Pemprov Sumut sendiri memiliki catatan yang cukup baik dalam pensertifikatan aset tanah. Di tahun 2019 Pemprov Sumut berhasil menyertifikasi 53 aset tanah dengan target yang diberikan KPK 50 persil tanah. Di tahun 2020 kembali melebihi target yang diberikan yaitu 100 persil, Pemprov Sumut berhasil menyertifikasi 149 aset tanah.

Baca Juga :   Update Corona 4 Mei, Widyastuti: Sebanyak 650 Sembuh, 412 Meninggal

“Ini bukan pekerjaan yang mudah, butuh koordinasi yang kuat antar lembaga terutama BPN, KPK dan Kejaksaan. Kita sangat bersyukur sekarang koordinasi itu semakin kuat. Kemudian ada juga aset yang dikuasai pihak tertentu sehingga kita perlu penyelesaian yang tepat. Namun, tentu kita akan terus berusaha karena ini adalah aset daerah, aset negara,” tambah Sabrina didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Ismael Parenus Sinaga dan Inspektur Daerah Lasro Marbun.

Selain aset tanah, Pemprov Sumut juga sedang berupaya untuk menertibkan aset kendaraan bermotor. Ada 71 unit kendaraan yang akan ditertibkan, di antaranya 22 kendaraan roda empat dan 49 unit kendaraan roda dua. Sabrina berharap, pihak-pihak yang mempertahankan aset milik Pemporv Sumut untuk segera mengembalikannya.

Baca Juga :   Petani Jalan Kaki ke Istana Negara, Saat Tiba di Sergai Bupati Sediakan Tempat Istirahat

“Semua datanya sudah ada pada kita, plat, siapa yang menggunakan, jenisnya. Kita harap yang mempertahankan aset ini segera mengembalikan karena itu aset pemerintah, bukan pribadi. Kita utamakan dengan cara musyawarah, bila tidak bisa tentu perlu keterlibatan pihak berwenang,” tambah Sabrina.

Kepala Perwakilan Badan Pertanahan (Kanwil BPN) Sumut Dadang Suhendi mengatakan sertifikasi aset tanah Pemprov Sumut bisa dilakukan lebih cepat. “Kita sudah memiliki program untuk itu, PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap), kita bisa manfaatkan itu untuk mempercepat proses. Yang utama adalah mendaftarkannya terlebih dahulu,” kata Dadang.

Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK RI Didik Agung Widjanarko mengatakan Sumut punya keinginan kuat dalam penyertifikatan tanah. Dia berharap kerja sama Pemprov Sumut serta kabupaten/kota dengan KPK dan BPN semakin baik.

Baca Juga :   Dua Tahun Dilanda Covid-19, Pemprov Sumut Mampu Meredam Angka Kemiskinan 

“Sumut perlu diapresiasi karena memiliki keinginan kuat menyelesaikan persoalan aset tanahnya. Pemda saya harapkan bergerak aktif mencapai target yang ditentukan dan disepakati, kalau bisa lebih. Terus berkomunikasi dengan BPN dan KPK, saya yakin ini akan terselesaikan dengan cepat,” kata Didik.

Turut hadir pada rapat virtual tersebut Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK RI Maruli Tua, Penanggung Jawab Koordinasi dan Supervisi KPK untuk Sumut Muhammad Janathan. Juga hadir secara virtual Kepala BPKAD se-Sumut serta OPD terkait.(MM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *