Pak Kapolres Asahan..Mengapa Pemilik Lokasi Judi Sei Kamah Tak Ditangkap?

Headline Kriminal

tobapos.co – Penggrebekan lokasi judi jenis mesin tembak ikan di Dusun I, Desa Sei Kamah 1, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, Sumut oleh Polres Asahan menimbulkan tanda tanya besar.

Pasalnya, meski tindakan itu dinilai kurang efektif dalam pemberantasan judi disana, apalagi lokasi tersebut merupakan yang paling kecil di antara banyak lagi lainnya, ternyata pemiliknya atau pengusahanya tidak turut ditangkap petugas untuk diproses sesuai hukum.

“Yang kocinya digrebek,” kata warga. Kemudian, “Pemiliknya mengapa tak ikut ditangkap?” lanjut warga. Minggu (17/7/2022).

Foto: Dua orang yang diamankan di Desa Sei Kamah, sementara pengusaha lokasi judinya belum ditangkap//

Akibat kondisi tersebut, tentunya asumsi di masyarakat pun bertebaran, jangan-jangan ada ‘settingan alias kongkalikong’ dalam penggrebekan judi itu?

Baca Juga :   Kasus Senjata Api, Eksepsi Joni Ditolak Hakim

Akan informasi juga penelusuran tim media ini dalam kasus judi tersebut, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira berusaha dikonfirmasi melalui seluler, tetapi hingga berita ini dimuat jawaban belum didapat, dan tetap berusaha dilakukan hingga diperoleh jawaban.

Foto: Sarang judi di Simpang Sidodadi yang belum juga digrebek//

Agar diketahui, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Mhd Said Husein kepada wartawan pada Jumat 15 Juli 2022 mengatakan, diamankannya dua orang pria di kawasan Dusun I Desa Sei Kamah 1 Kec. Sei Dadap Kab. Asahan dalam sebuah penggrebekan atas informasi masyarakat dimana perjudian mesin sedang marak.

Petugas Sat Reskrim Polres Asahan turut  mengamankan barang bukti 1 unit meja ketangkasan game ikan, 2 buah buku tulis berisikan rekapan penghasilan, 1 buah pulpen, untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga :   Segera Dibangun Pasar Terpadu di Pasar Minggu
Foto: Sarang judi di Simpang Empat yang belum juga digrebek//

Sebelumnya lagi, menjadi sorotan tajam sejumlah media menyahuti keresahan masyarakat. Bahwa saat ini Polres Asahan dipimpin AKBP Putu Yudha Prawira tiba-tiba perjudian marak? Terutama jenis mesin seperti rolet, slot hingga tembak ikan di Kabupaten Asahan.

Dibeberkan masyarakat kepada media secara lengkap, lokasi perjudian dimaksud yang berskala besar seperti di Terminal, Sidodadi, Mutiara, Kecamatan Pulau Raja, Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Air Batu, Kecamatan Bandar Pulau, Kecamatam Meranti, Kecamatan Air Joman, Kecamatan Buntu Pane dan Kecamatan Setia Janji (Asahan).

Ironinya, mengapa hanya lokasi judi mesin yang kecil digrebek, sebab dinilai tak masuk akal bila lokasi yang besar tidak diketahui aparat kepolisian berwenang disana, apalagi sudah jelas-jelas diinformasikan melalui konfirmasi.

Baca Juga :   Peringatan Hari Kartini 2022, Sebanyak 33 Perempuan Berjasa dan Berprestasi Menerima Penghargaan 

Bahkan dari Kapolres Putu Yudha, lanjut ke Dir Krimum Polda Sumut juga ke Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak sicoba konfirmasi. Tetapi nyatanya, lokasi-lokasi perjudian itu bukannya ditutup, pengelola dan pengusahanya ditangkap, malahan dirasakan maayarakat semakin bebas beroperasi terang-terangan. Mau kemana lagi masyarakat melaporkan?

Lebih parahnya lagi, dikirimi bukti seperti gambar suasana di dalam lokasi-lokasi perjudian tersebut, seperti yang ada di Simpang Sidodadi, Simpang Empat (Asahan), tapi tak juga ditindak, apa yang terjadi dengan hukum di Indonesia saat ini? Apakah hukum di Indonesia sedang berlari mundur, atau mungkin oknum penegak hukumnya yang perlu diganti?.(Mri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *