tobapos.co – Oknum ASN yang menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Asahan MA dilaporkan dalam kasus koboy jalanan.

Korban, Nico Lubis mengaku penodongan tersebut terjadi di Jalan Cokroaminoto, Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Minggu (15/12/2024).
Jelasnya, kejadian ini bermula saat korban menunggu terduga pelaku di salah satu cafe. Namun, saat melihat korban di cafe tersebut, terduga pelaku tidak jadi masuk kedalam cafe dan beranjak pergi.
“Awalnya dia menyinggung saya di sosial media. Karena, mantan istri saya pacaran dengan dia. Saya tidak cemburu. Tapi, saya khawatir anak saya psikisnya terganggu karena dia (terduga pelaku) merupakan suami orang. Kalau di grebek istri sahnya, anak saya terikut-ikut,” kata Nico kepada Tribun-medan.com, Rabu (18/12/2024).
Lanjutnya, setelah melihat terduga pelaku pergi, Nico langsung mengikuti terduga pelaku hingga berhenti di Jalan Cokroaminoto.
“Disitu saya turun, belum sampai di mobilnya, ada jarak sekitar dua meter, jendela mobilnya dibuka dan dibilangnya ku tembak kau nanti ya, sambil mengacungkan pistol ke arah saya,” ungkap Nico.
Merasa tak gentar, Nico terus maju dan meminta agar terduga pelaku mengeluarkan kembali senjata yang sebelumnya ditodongkan kearahnya.
“Saya mikir, mati di tangan Tuhan. Saya cuma mau mengklarifikasi, masalah dia dengan kami. Karena, jujur saya tidak cemburu dengan dia, karena saya juga sudah berumah tangga. Ini masalah anak, yang saya khawatir kena psikisnya,” katanya.
Setelah cekcok dipinggir jalan tersebut, akhirnya beberapa warga melerai dan memanggil petugas kepolisian yang kebetulan sedang patroli.
“Disitu mereka membawa kami ke Polres. Di ruang SPKT, dia berkilah kalau tidak ada senjatanya. Disitu, diperiksa semua mobilnya, sampai kap mesin dibuka. Namun, senjata itu belum juga ditemukan. Hanya saya sangat yakin senjata itu ada, Saya tidak mungkin salah lihat, karena ada dua kali diacungkannya kepada Saya,” jelasnya.
Di ruang SPKT, terduga pelaku sempat merendahkan korban dengan kata-kata kasar yang bernada provokasi. Hingga, korban dituduh menggunakan narkotika.
“Disana dibilangnya kalau dia kabid, dan syaa honorer di Pemkab. Untuk memutus saya sangat mudah. Bahkan, dibilangnya kalau saya ini menggunakan narkotika, dan saya minta untuk tes urine,” ungkapnya.
Namun, setelah satu jam dilakukan penggeledahan, ditemukan sepucuk pistol air Softgun yang disimpan di salah satu tas seorang wanita yang bersama terduga pelaku.
“Setelah dapat itu, baru dia terdiam dan polisi langsung menahannya. Setelah itu Saya membuat laporan ke polisi dan meminta agar kasus ini ditindaklanjuti,” pungkasnya.