tobapos.co – Sindikat penyelundup berperan penting terkait maraknya peredaran obat-obatan asal Cina di Kota Medan – Sumatera Utara.
Kegiatan merugikan pendapatan Negara itu sudah berlangsung lama, diduga banyak oknum petugas lapangan hingga pimpinan instansi berwenang yang terlibat memuluskan.
Selain merugikan pendapatan negara dari pajak impor barang maupun dari izin peredarannya sebagai PNBP, obat-obatan asal Cina tersebut juga marak yang palsu. Sehingga sangat berbahaya terhadap kesehatan masyarakat.
Hal di atas berdasarkan informasi yang diberikan ‘orang dalam’ kepada wartawan tobapos, lalu ditelusuri lebih jauh.
Untuk pengamanan obat – obatan tradisional asal Cina itu saat dijual di toko-toko di Kota Medan -Sumatera Utara, para pengusaha toko membentuk sebuah asosiasi.
Pengurus asosiasi bertindak memungut uang iuran dari setiap toko obat yang menjual obat-obatan Cina ilegal maupun yang palsu, dengan besaran bervariasi, lalu setiap bulan disetor ke sejumlah oknum petugas berwenang.
Sesuai daftar nama toko yang diberikan sumber terpercaya kepada tobapos, ada sekitar 54 toko obat yang masuk anggota asosiasi, saat ini kemungkinan jumlahnya bertambah.
Diketahui, saat ini pemerintah sedang gencar -gencarnya menarik pajak dari rakyat, bahkan karena nilai pajak yang siginifikan naik, rakyat sampai anarkis melakukan penolakan, seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.
Namun sangat disayangkan, bila ternyata banyak sektor yang seharusnya bisa menambah pendapatan negara, dan bahkan bila serius jumlahnya sangat besar, tetapi diduga karena permainan oknum aparat negara itu sendiri, kebocoran besar merugikan negara diduga terus menerus terjadi, dalam jangka panjang bahkan hingga kini, Rabu (20/8/2025).
Diketahui, barang impor seperti obat-obatan asal Cina ini bisa sampai beredar di masyarakat Kota Medan – Sumatera Utara khususnya, ada aparatur negara dari Bea dan Cukai, Badan POM, hingga Kepolisian, sehingga pengawasannya berlapis -lapis.
Terkait kondisi di dapat di atas, kepada Ditresnarkoba Polda Sumut, Ditreskrimsus Polda Sumut, Balai POM di Medan, juga Bea dan Cukai, segera dikonfirmasi untuk pemberitaan lebih lanjut. (TP/Bersambung)
