Mundur Jadi Sekda Era Ahok, Pandjaitan Dikukuhkan Jadi Ketua Kwarda Pramuka DKI

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengukuhkan kepengurusan Kwartir Daerah (Kwarda) DKI Jakarta Masa Bakti 2019 – 2024 di Balai Agung, Balai Kota DKI, Selasa (23/03/2021).

Dalam kepengurusan Kwarda DKI Masa Bakti 2019 – 2024, Fadjar Pandjaitan dipercaya sebagai Ketua Kwarda DKI Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur DKI Anies Baswedan mengajak seluruh pengurus Kwarda DKI Jakarta untuk bersama-sama memajukan kegiatan Pramuka di DKI Jakarta.

“Mari bersama-sama kita menjaga soliditas dan memberikan perhatian yang serius dalam pendidikan kepramukaan di Jakarta,” kata Anies Baswedan.

Sementara Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso yang turut hadir dalam pelantikan tersebut mengucapkan selamat atas terpilih dan dilantikny Fadjar Pandjaitan sebagai Ketua Kwarda DKI Jakarta.

Baca Juga :   Anugerah Adinegoro, Atal Depari: Pemenang Media Siber Jonathan Purba

Ketua Kwarda DKI Pandjaitan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka atas terselenggaranya pelantikan pengurus Kwarda DKI Masa Bakti 2019 – 2024.

Dalam catatan tobapos.co, Pandjaitan merupakan pejabat karier tertinggi di Balaikota dengan pangkat Eselon 1.

Pandjaitan adalah lulusan terbaik STPDN atau dulu APDN di eranya. Dan Pandjaitan lah satu-satunya Sekda DKI yang mundur di era Ahok jadi Wagub DKI.

Mundurnya Pandjaitan jadi Sekda DKI bukan karena tidak mampu mengemban jabatannya, namun karena ketidakcocokan dengan gaya kepemimpinan Ahok kala itu yang terkesan kasar.

Apalagi pada saat itu Ahok pernah melontarkan kata-kata bubarkan STPDN atau APDN. Hal ini secara otomatis menyinggung perasaan Pandjaitan yang saat itu pula jadi Ketua Alumni STPDN.

Baca Juga :   Serma DS Diduga Jadi Beking Sejumlah Pengelola Judi Mesin Di Asahan - Sumut

Dalam acara pelantikan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan ikrar dan naskah pelantikan oleh Ka Mabida Gerakan Pramuka dan Ka Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta.

Menurut Waka Bidang Kominfo Kwarda DKI Jakarta Woro Widiastuti peserta yang dapat mengikuti pelantikan secara langsung dibatasi demi menjaga standar protokol kesehatan.

“Ya, Peserta pelantikan dibatasi, oleh karena itu peserta lainnya mengikuti pelantikan melalui zoom dan YouTube,” ujar Woro.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua Kwarcab Se- DKI Jakarta dan jajaran Forkompinda DKI Jakarta. (ULI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *