Melantik Pejabat Sudah Meninggal dan Pensiun, Gubsu Edy Rahmayadi Mengakui Tindakan Ceroboh

Headline Pemerintahan

tobapos.co- Gubernur Provinsi Sumatera Utara secara terbuka meminta maaf atas kekhilafan pihaknya sehingga terjadi peristiwa dilantiknya pejabat yang sudah meninggal dunia maupun masuknya 2 nama pejabat yang sudah pensiun.

Perilaku ceroboh  yang sempat menghebohkan  publik dan menjadi tranding topic yang mempermalukan tersebut, banyak kalangan dan pengamat kebijakan mendorong agar Gubernur Edy Rahmayadi melakukan evaluasi atau pencopotan kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provsu. 

Dalam wawancara wartawan, Kamis (2/3/2023) di depan Gedung Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Sudirman Medan Gubernur menyampaikan dapat memaklumi kinerja BKD Provsu dalam tempo waktu singkat yaitu selama 2 hari, harus mempersiapkan data untuk para pejabat eselon III dan IV yang akan dilantik. Meski jumlahnya awalnya hanya 911 personil kemudian bertambah sampai sebanyak 1.600 orang. 

Pengaruh waktu singkat Ini  justru berdampak. Sebab dalam waktu singkat harus melaporkan data tersebut untuk menerbitkan Surat Keputusan (SK)  untuk dimigrasi. Dimana SK itu segera harus dimiliki pejabatnya untuk mensetarakan pendapatan gaji pada waktu yang ditentukan dan harus dia kerjakan. 

“Saya ingin minta maaf, pasti tujuannya sama dengan desakan yang sama.  Mendesak mundur, minta copot. Kalau harus dia mundur dan dicopot, saya lah yang harus mundur, ” ungkap Edy Rahmayadi membela. 

Disinggung lagi atas pelantikan orang yang meninggal adalah perilaku ceroboh hingga menimbulkan image negative oleh berbagai pihak dan kalangan ditengah-tengah masyarakat.

Dimana kenyataan itu diduga ada unsur kesengajaan bawahannya untuk mempermalukan kepeminpinan Gubsu Edy dengan semboyannya “Sumut Bermartabat”, kini harus berbalik menelan pahit. Bahwa  kondisinya se akan-akan bukan lagi bermartabat. 

Kenyataan dimaksud,  Gubsu Edy Rahmayadi masih juga menerima kalimat itu dengan lapang dada.  “Terus terang saya dapat memaklumi keadaan sekarang ini. 

“Itu saya maklumi,  namun kesalahan ini bukan ada unsur kesengajaan bawahan. Gubernur yang lantik,  tentu kesalahan saya semuanya”, ungkap Edy. 

Untuk itu,  lanjut Edy,  pelantikan kali ini, pejabatnya harus semua hadir, untuk menghidari kejadian kemarin,  tegasnya. 

Mengenai pejabatnya,  kita belum cerita kualitas dan kita masih cerita kuantitas. Memenuhi organisasi itu ada yang mengawasinya, mudah-mudahan ke depan ini akan terseleksi,” ujar Edy mengakhiri. (MM) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *