Ketua Komnas PA Minta Predator Seksual di Medan Dihukum 20 Tahun & Kebiri Kimia

Headline Kriminal

tobapos.co – Predator kejahatan seksual yang mencari anak-anak untuk menyodomi dirinya, pantas dihukum 20 tahun penjara dan dikenakan hukuman tambahan berupa kebiri suntik kimia.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait (foto) menanggapi aksi bejat yang dilakukan seorang pengusaha botot Esli Tobing (51), pelaku kejahatan asusila (sodomi) terhadap anak dibawah umur.

“Pelaku telah melanggar UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penerapan PERPU No. 01 Tahun 2016 atas perubahan kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan PP 70 Tahun 2020 yang dimungkinkan juga dikenakan hukuman tambahan berupa Kebiri Suntik Kimia,” sebutnya dalam siaran pers tertulisnya kepada tobapos.co, Selasa, 12 Januari 2021.

Dikatakan Arist, harapan Komnas Perlindungan Anak dan LPA se-Nusantara pengungkapan kejahatan seksual “abnormal” ini sebagai tindak lanjut dan implementasi dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 70 Tahun 2020 yang mengatur tentang tatalaksana kebiri suntik kimia dan pemasangan alat elektronik untuk memantau para predator kejahatan seksual.

“ET predator Eksploitasi seksual anak, adalah warga Medan. Ia (pelaku-red) pemburu anak-anak untuk di eksploitasi secara seksual. Pelaku melakukan dengan cara bujuk rayu, tipu muslihat, janji-janji serta memberi imbalan berupa uang kepada anak untuk bersedia menyetubuhi ET (dirinya-red) dalam bentuk kejahatan seksual sodomi,” katanya.

Foto: Tersangka ET//

Selain itu, sambung Arist, menurut penjelasan Kanit PPA Polrestabes Medan AKP Mardiana Ginting sudah 6 orang menjadi korban dari ET.

Bahkan aksi bejat ET terhadap 6 orang korban dilakukan secara berpindah dari tempat pengumpulan barang bekas sampai ke hotel.

“Untuk korban eksploitasi seksualnya, Esli Tobing kerap memberi imbalan kepada korbannya berupa uang mulai dari Rp50 ribu hingga Rp150 ribu,” ujarnya.

Lanjut dikatakan Arist, mengingat perbuatan kekerasan seksual dapat merusak alat-alat reproduksi anak dan dimungkinkan anak juga menderita seksual menyimpang dimasa depan.

“Esli Tobing predator seksual sudah sepantasnya di pertimbangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Hakim untuk dikenakan hukuman tambahan berupa kebiri suntik kimia selama 2 tahun setelah menjalani pidana pokok yang diputuskan hakim,” tegasnya.

Menurut Arist Merdeka Sirait, melalui kasus eksploitasi seksual anak inilah kesempatan para penegak hukum untuk menerapkan aturan Pelaksanaan PP 70 Tahun 2020,” pungkas Ketua Komnas Parlindungan Anak Arist Merdeka Sirait kepada wartawan. (Sofar Panjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *