tobapos.co – Meski belum terdengar dilakukan penggrebekan terhadap markas yang menyajikan segala bentuk perjudian, dari dadu hingga jenis mesin (mirip las vegas-red) berada tepat di belakang kantor Kelurahan Laucih (Medan Tuntungan) dan di Jalan Balai Desa (Pancur Batu) berada di wilayah hukum Polrestabes Medan.
Namun masyarakat dirasa masih meyakini, di bawah kepemimpinan Kombes Pol Riko Sunarko (Kapolrestabes Medan-foto/int), akan mampu memberangusnya sampai ke akar-akarnya sekaligus. Apalagi dalam tindak kriminal, perjudian, narkoba, termasuk kasus ‘Ikan Paus’, sebab besar dampaknya merugikan masyarakat, bukan kasus ‘Ikan Teri’.
Terkait keberadaan kedua lokasi yang dijadikan sarang perjudian tersebut, sebelum berita ini dimuat kembali, beberapa hari sebelumnya dalam bentuk konfirmasi maupun link berita telah diinformasikan langsung ke nomor whatsapp Kombes Pol Riko Sunarko. Meski belum diperoleh balasan, tim media ini akan tetap menanti.
Akan perjudian besar-besaran di Laucih dan Gang Balai Desa itu, diketahui pula hingga saat ini Rabu (17/3/2021), masih aktif beroperasi.
Informasi lebih mendalam didapat pasca sejumlah media massa melakukan publikasi, lokasi perjudian itu (Laucih & Balai Desa), menjadi perbincangan hebat di masyarakat. Sejak sekitar 2 minggu lalu beroperasi, ternyata pengelolanya pria sering disapa Stanggang dan Ajen.
Diketahui lagi, kedua nama panggilan itu sudah santer di dunia perjudian terutama di wilayah Kota Medan sekitarnya. Stanggang sampai-sampai memiliki logo ‘TK Rezeki’ pada mesin jekpot yang dikelolanya. Sedangkan Ajen memang biasa berkutat di bidang judi jenis dadu.(TIM)