tobapos.co – Miris.. lokasi keramain dekat dengan pajak dimanfaatkan bandar – bandar sabu dan oknum aparat yang tidak bertanggung jawab.
Pasalnya, gang – gang di sepanjang Jalan Kelambir Lima dekat pajak Kampung Lalang, Pria Laut dijadikan sarang bisnis peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang merusak moral anak – anak muda, baik yang dari dalam dan luar Kota Medan.
Sudah lama tim media ini mendapat informasi dari sumber. Disebut, di Gang Berk#r#a, tepatnya di samping sebuah bengkel mobil, masuk ke dalam sekitar 200 meter, pria maupun wanita, dari remaja hingga orangtua dikatakan mengantri seperti menunggu gaji, ternyata untuk membeli sabu dan mengkonsumsinya disana, maupun dibawa pulang.
Disebut lagi, tempat tersebut sudah sekitar 5 tahun beroperasi, ada 3 bos mafia narkoba yang santer namanya.
Ketiga bos mafia narkoba ini disebut-sebut juga telah berhasil menyuap banyak oknum aparat supaya bisa lancar menjalankan bisnis narkobanya.
“Aman, jangan takut, semua udah disiram orang itu, jadi aman disini,” ujar pria kurus.
Ternyata, warga setempat tak seluruhnya senang dengan aktivitas peredaran narkoba di lokasi mereka, ”Gak bisa buat apa – apa kami, mereka orang berduit, banyak aparat yang datang keluar – masuk minta duit. Payahlah kami mau mengadu kemana,”ungkap ibu – ibu setempat.
Warga setempat yang kebanyakan kaum ibu juga khawatir dengan tumbuh kembangnya anak mereka, takut terkontamainasi dengan narkoba dan ikut-ikutan bisnis haram tersebut.
Lebih dalam lagi, di lokasi tersebut bisa dibilang seperti tak ada hukum, di antaranya Gang Berk##ya, Gang Pa##ai, Lo##ng S##u, Gang B##tu, dan sekitarnya.
Masih di lokasi (Jalan Kelambir Lima-Sunggal) wilayah hukum Polrestabes Medan, Polda Sumut itu juga disebut menyediakan alat hisap sabu – sabu seharga 5 ribu sampai 10 ribu dan keuntungannya, bahkan dari hasil itu, per hari bisa mencapai 2 juta rupiah.
Pihak terkait dengan peredaran narkoba tersebut belum dikonfirmasi, namun akan segera dilakukan. (TIM/foto-ilustrasi)