tobapos.co – Gagalnya lelang proyek pembangunan JembatanTiti Dua Sicanang Belawan yang berimbas belum dilanjutkan pengerjannya oleh Dinas PU Medan menjadi catatan buruk Bobby Nasution selama menjabat Walikota Medan.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Solidaritas Indonesia (DPC PSI) Belawan menyoroti gagalnya lelang proyek Jembatan Titi Dua Sicanang, Kecamatan Belawan yang hingga kini belum juga dilaksanakan pengerjaannya dengan alasan yang tak jelas dan tak masuk akal.
Ketua DPC PSI Belawan, Togu Urbanus Silaen mengatakan, Pemerintah Kota Medan dinilai lamban dalam menanggapi permasalahan dan kondisi yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat Sicanang.
Gagalnya tender proyek perbaikan Jembatan Titi Dua Sicanang yang sudah digarap sejak 2017 lalu itu membuat masyarakat sedih dan kecewa.
Bagaimana tidak, perbaikan Jembatan Sicanang yang telah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah itu hingga kini belum juga dikerjakan oleh Dinas PU Medan.
Sebagai pemimpin muda yang menjadi panutan, sejatinya Bobby Nasution memberikan perhatian serius terkait proyek pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang Belawan tersebut.
“Pasalnya, ribuan masyarakat yang bermukim di daerah itu sangat membutuhkan percepatan perbaikan. Karena jembatan itu satu-satunya akses utama penghubung masyarakat dalam melakukan aktivitas setiap harinya,” ungkap Togu Silaen.
“Kami dari Partai Solidaritas Indonesia khususnya DPC Belawan sangat prihatin melihat kondisi masyarakat Sicanang yang seolah terabaikan. Pasalnya, mulai dari proses lelang hingga pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang itu hingga kini belum juga dikerjakan pembangunannya oleh Pemko Medan, yang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Medan,” beber Togu kepada tobapos.co, Senin (28/06/2021).
Alasan Pemko Medan yang menyebutkan bahwa tidak adanya perusahaan yang memiliki kualitas baik dalam mengerjakan proyek Jembatan Titi Dua Sicanang Belawan tersebut dinilai terlalu mengada- ada.
“Apa mungkin di Kota Medan tidak ada perusahaan yang berkualitas untuk mengerjakan proyek jembatan itu. Kita menduga, penyebab gagalnya lelang proyek Jembatan Sicanang tersebut dikarenakan, yang dalam istilah belum ada pengantin sesuai yang diinginkan.
“Ini namanya merugikan masyarakat, dan menguntungkan sebelah pihak,”ujarnya.
Oleh karenanya, kami dari Partai Solidaritas Indonesia DPC Belawan meminta dan berharap kepada Walikota Medan agar tegas dalam mengambil sikap.
“Kasihan masyarakat, saya sangat mengenal daerah disana. Masyarakat datang dan mengadu kepada saya dengan harapan aspirasi mereka disampaikan dan didengar oleh Walikota Medan,” terangnya.
Seperti diketahui, Kadis PU Medan Zulfansyah telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan masyarakat, yang didalamnya tertuang poin yang menyatakan bahwa Jembatan Titi Dua Sicanang akan selesai dibangun pada bulan September 2021.
Untuk itu, apabila jembatan Sicanang itu tidak juga dibangun Dinas PU sesuai dengan janjinya, maka sudah selayaknya Walikota Medan mengevaluasi kinerja Kadis PU Kota Medan.
“Bila perlu diganti saja dengan orang yang lebih berkompeten dan siap kerja,” ucap Togu tegas.
Sebelumya, Partai Solidaritas Indonesia melalui Ketua DPD PSI Kota Medan yang juga anggota DPRD Medan, Renville Pandapotan Napitupulu ST, kerap menyoroti dan mengkritisi proyek pembangunan Jembatan Sicanang yang tak kunjung dikerjakan.
Bahkan, DPD PSI Medan bersama DPC PSI Belawan telah melakukan berbagai kegiatan gotong royong bersama masyarakat untuk menyelamatkan Jembatan tersebut agar dapat digunakan sementara oleh masyarakat Sicanang.
“PSI hadir dan kerja untuk rakyat. Apa yang dilakukan Bro Renville Napitupulu sebagai wakil rakyat merupakan kerja nyata PSI dalam membela kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Lanjut Togu Silaen, untuk diketahui, Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan yang dikomandoi Zulfansyah Ali Saputra mengungkapkan, bahwa proyek Jembatan Titi Dua Sicanang sepanjang 25 meter ini sudah digarap sejak tahun 2017.
Jembatan yang sempat dua kali roboh itu kembali dilakukan tahap tender sejak April 2021 dengan anggaran Rp8 miliar. Namun hingga kini proyek pembangunan Jembatan Sicanang tak kunjung dilanjutkan pengerjaannya. Miris sekali.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Medan
Zulfansyah Ali Saputra saat di konfirmasi tobapos.co, Rabu (30/6/2021) melalui aplikasi WhatsApp terkait proses tender Jembatan Titi Dua Sicinang tidak menjawab.
Zulfansyah bahkan memilih bungkam ketika ditanyakan siapa pemenang tendernya.
Padahal sebelumnya Zulfansyah pernah menyampaikan bahwa tender Jembatan Titi Dua Sicanang dilaksanakan pada Selasa (8/6/2021) lalu.
“Insya Allah hari ini mulai tender jembatan sicanang,” kata Zulfansyah, pada Selasa, 8 Juni 2021.(TP – Sofar Pandjaitan)