Setelah proyek bernilai puluhan miliar membangun Pasar Ikan Modren tendernya resmi dimenangkan, perwakilan perusahaan PT MSP (Manusia Sangat Parah) bermaksud menjumpai pejabat tertinggi kota.
MSP : “Pak, hadiah ‘stabil’ dari kami untuk Bapak sudah aman. Saya parkir Rubicon di Budi Jaya Ahmad Dahlan ya Pak ?”
Jamal Bolga : “Kalian mau menyuap saya? Jangan macam-macam ya, nanti saya laporin ke Kejaksaan, sejak kecil saya sudah diajarin orangtua saya kejujuran, terutama tidak memakan yang bukan hak saya”
MSP: “Please Pak, ambillah Pak, kalau nggak, tugas saya menjalin relasi akan rusak, dipindahin sama bos kantor saya Pak,”
Jamal Bolga: “Apapun alasannya gak boleh gitu donk. Saya gak sudi!!”
MSP: “Gini aja, gimana kalau Bapak beli saja mobilnya…”
Jamal Bolga: “Uang dari mana saya beli mobil mahal gitu!!”
MSP menelpon Bos kantornya
MSP: “Begini saja solusinya Pak. Harga mobilnya 20 ribu aja”
Jamal Bolga (kegirangan): “Yang benar kamu.. Kalau begitu OK.. Jadi ini bukan suap ya, kita pake kwitansi ya..”
MSP: “Oh Tentu, Pak..”
MSP menyiapkan dan menyerahkan kwitansi, dan Jamal Bolga pun membayar dengan uang 100 ribu, mereka pun bersalaman.
MSP (merogoh sakunya): “Oh, maaf Pak. ini kembaliannya 80 ribu.
Jamal Bolga: “Ngapain pakai-pakai kembalian, segera kirim 4 lagi untuk anak bini saya ya…”
MSP : ????????
……………………..loading……………….