tobapos.co – Pemprov DKI Jakarta akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi dengan kapasitas 50 persen penonton pada masa PSBB transisi ini. Bioskop yang bisa beroperasi dengan kapasitas 50% adalah yang sebelumnya sudah terlebih dulu disetujui untuk buka dengan kapasitas 25%.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya mengatakan, hingga saat ini sudah ada beberapa bioskop yang beroperasi dengan kapasitas 25 persen, yaitu Cinepolis, CGV, dan XXI.
Mereka, kata Gumilar diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas 50 persen apabila mengajukan kembali proposal untuk peningkatan kapasitas 50 persen.
“Boleh 50 persen asal ada proposal pengajuan,” kata Gumilar kepada wartawan, Kamis (05/11/2020).
Gumilar menjelaskan, setelah ada proposal pengajuan, pihaknya akan kembali melakukan evaluasi terhadap bioskop tersebut untuk memberikan persetujuan apakah dapat ditingkatkan atau tidak kapasitasnya.
“Jadi tidak serta merta semua bioskop boleh berkapasitas 50 persen,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Pengelola gedung bioskop di Jakarta tidak gembira meski diperbolehkan buka pada PSBB transisi yang berlaku mulai Senin 12 Oktober besok . Pasalnya batasan maksimal pengunjung 25 persen dinilai tidak mampu menutupi biaya produksi film.
Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan, informasi dibukanya kembali bioskop pada masa PSBB transisi tidak memberi kabar baik. Sebab, batas maksimal yang diperbolehkan hanya 25 persen.
Menurutnya, batasan itu tidak menutup biaya produksi apalagi memberi keuntungan. (TP 2)