Dugaan Pungli Pengangkatan Kepsek, DPW LSM PAKAR Sumut : Mau Jadi Apa Negara Ini Jika Dunia Pendidikan Dibanderol Rupiah

Headline Korupsi

tobapos.co- Sungguh ironi, di zaman yang serba digital saat ini masih ada oknum yang melakukan pungutan liar (Pungli) dalam lingkungan dunia pendidikan.

Pendidikan yang sejatinya merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan profesional dikotori oleh oknum yang tak punya moral dan hati nurani.

Lantas mau dibawa kemana Negara ini, bila perilaku pendidik tidak dapat dijadikan sebagai contoh dan teladan ?

Pertanyaan lain, bagaimana mungkin seorang pendidik akan memikirkan kualitas siswa/siswinya bila jabatannya dibanderol rupiah yang nilainya fantastis ?

Pernyataan itu disampaikan Ketua DPW LSM PAKAR Sumut, Ir. Linceria Nainggolan kepada tobapos.co, melalui aplikasi WhatsAppnya. Rabu (15/9/2021)

Menurut Linceria Nainggolan, sudah dapat dipastikan bahwa upaya yang dilakukan seorang Kepala Sekolah yang notabene melakukan pungli atas jabatannya itu akan lebih konsen mencari cara untuk mendapatkan uangnya kembali.

Saat ditanya seperti apa sebenarnya persyaratan dan kriteria pengangkatan seorang Kepala Sekolah (Kepsek)?

“Seharusnya penetapan dan pengangkatan seorang Kepala Sekolah harus berdasarkan kinerja dan kreativitas di atas rata-rata. Sehingga dapat menciptakan siswa/i yang handal dan berprestasi,” ungkapnya.

Disinggung instansi mana yang melakukan dugaan Pungli pengangkatan Kepsek tersebut.

“Diduga Disdik Medan. Nah mengenai Kepsek yang dipungli Kadis masih diusut,” pungkasnya.

Wanita berdarah Batak ini menegaskan, untuk memberikan efek, para pelaku Pungli sebaiknya diberikan sanksi tegas.

“Gerakan Indonesia Cerdas oleh Presiden RI Joko Widodo hanya akan menjadi slogan semata bila kinerja pendidik bangsa ini berperilaku dan bermental bobrok, dengan melakukan jual beli jabatan,”tegas Linceria.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidkan Kota Medan Dr. Adlan, S.Pd, MM saat di konfirmasi tobapos.co, terkait adanya dugaan pungutan liar (Pungli) pengangkatan Kepala Sekolah di Dinas Pendidikan Kota Medan mengatakan, bahwa sejak awal diangkat sebagai Kadis, dirinya langsung membuat edaran larangan Pungli.

“Sejak awal jadi Kadis, saya langsung buat edaran larangan pungli,” ujar Adlan dengan yakin, Rabu (15/9/2021).

Namun Adlan enggan menjawab saat ditanyakan, benar tidak informasi Pungli pengangkatan Kepsek di Disdik Medan tersebut.

Disinggung seperti apa sebenarnya kriteria dan persyaratan pengangkatan seorang Kepala Sekolah (Kepsek) di Dinas Pendidikan Kota Medan.

“Konfirmasi dengan Kabid ya,” tutur Kadis Pendidikan yang menyelesaikan pendidikan di UINSU dan berhasil meraih gelar Doktor itu singkat.
(TP – Sofar Pandjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *