Cabor Jual Atlet, Pras: Itu tak Bisa Terjadi di KONI DKI Jakarta

Headline Olahraga

tobapos.co – Pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2022-2026 langsung kerja keras. Terutama dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Sumut dan Banda Aceh pada 2023 mendatang.

Segenap pengurus dan atlet KONI DKI terus melakukan pembenahan. Agar kegagalan atau juara kedua di PON Papua tahun lalu tidak terulang. Dan tetap optimis raih juara umum seperti di PON Riau 2011 lalu.

Salah satu cabor yang melakukan konsolidasi dalam bentuk Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) adalah Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta.

Ketua Dewan Pembina KONI Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menegaskan, jangan ada lagi atlet DKI Jakarta yang dijual ke daerah lain menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Sebab hal itu akan membuat pembinaan yang selama ini dilakukan dengan biaya besar menjadi sia-sia. Seperti yang terjadi pada PON Papua 2021. Sedikitnya 19 medali emas didulang atlet DKI yang pindah ke daerah lain pada PON Papua.

Hal ini diungkapkan Prasetio pada acara pembukaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI yang berlangsung di gedung KONI DKI Jakarta, Kamis (14/04/2022).

“Kalau ada cabor yang menjual atletnya lapor ke saya,” kata Pras yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta ini.

Pras menyampaikan, lantaran pandemi Covid-19 sudah melandai maka IMI Jakarta diharapkan membuat event sebanyak mungkin untuk meningkatkan prestasi atlet. Karena lewat kompetisi yang ketat prestasi atlet akan terlihat.

“Jadi saya harapkan rapat kerja ini dapat menyusun program kerja nyata, fokus, dan buat perencanaan yang baik. Apalagi PON Sumut-Aceh tinggal dua tahun lagi,” lanjut Pras yang juga seorang atlet otomotif ini.

Pras menambahkan, menjelang PON XXI/2024 Sumut-Aceh, IMI DKI harus fokus mempersiapkan atlet di pemusatan latihan daerah (Pelatda). Bila persiapan baik dan fokus, hasilnya pasti baik.

Sebelumnya, Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Hidayat Humaid mengatakan, IMI DKI harus memiliki program membawa atlet DKI Jakarta ke pentas dunia. 

“Kita harus bersama-sama memajukan olahraga DKI. Jadi bukan hanya IMI, tapi semua cabang olahraga yang bernaung di bawah panji KONI DKI harus memiliki semangat yang sama membawa olahraga DKI ke pentas dunia,” ucap Hidayat Humaid.

Kendati demikian, kata Hidayat, event nasional juga tidak boleh diabaikan. Target juara umum PON Sumut-Aceh adalah harga mati. Dan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“PON Papua adalah kiamat bagi olahraga DKI karena gagal merebut juara umum. Jangan sampai ada kiamat kedua di Sumut-Aceh 2024,” ucap Hidayat.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Ahmad Firdaus menyampaikan kebanggaannya Rapat Kerja cabang olahraga dihadiri seorang Ketua DPRD DKI. 

“Jarang-jarang ini terjadi Ketua DPRD DKI menghadiri rapat kerja cabang olahraga. Tentu ini sebuah kehormatan bagi IMI DKI. Dan, jadikan kehadiran beliau pemberi semangat untuk meraih prestasi dengan program pembinaan yang baik,” kata Ahmad Firdaus.

Menyangkut harga mati juara umum PON Sumut – Aceh yang disampaikan Ketua Umum KONI DKI, Kadispora menyambutnya dengan baik. 

“Target itu realistis, dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena beliau punya palu saya akan meminta anggaran untuk KONI DKI,” imbuhnya. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *