BRGM Laksanakan penanaman Pohon Mangrove di Hari Lahan Basah Sedunia

Headline Sekitar Kita

tobapos.co – Desa Silo Baru Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan dipilih sebagai salah satu lokasi Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia secara serentak tingkat Nasional, pada Rabu 7 Februari 2024.

Adapun, kegiatan penanaman mangrove di Desa Silo Baru Kabupaten Asahan itu diinisiasi oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan melibatkan banyak pihak tidak termasuk pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan stakeholder lainnya.

Sebanyak 330 batang bibit mangrove ditanam di kawasan hutan pesisir pantai Asahan sebagai upaya untuk menjaga vegetasi alami dari potensi kerusakan dan abrasi akibat air laut, dengan tujuan mencegah erosi di garis pantai.

Saat dikonfirmasi wartawan, Rafles B Panjaitan, Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Manajemen Landscape Fire, mengapresiasi upaya rehabilitasi di pesisir Asahan yang telah berhasil, khususnya dalam pengembalian lahan yang sebelumnya terkena dampak kegiatan manusia.

Selain itu, Rafles juga memberikan apresiasi terhadap peran aktif kelompok tani mangrove dan masyarakat setempat, yang menunjukkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan lahan basah.

Agus Tripriyono, yang mewakili Pj Gubernur Sumatera Utara, menjelaskan bahwa luas hutan mangrove di Sumut mencapai 57.490 hektar berdasarkan peta mangrove Nasional. Ia menguraikan kondisi tutupan mangrove dengan luas tutupan lebat mencapai 42 ribu hektar, mangrove sedang 6 ribu hektar, dan jarang 8 ribu hektar.

Saat ini, sebaran tutupan mangrove terus mengalami dinamika akibat permasalahan penebangan, perambahan, alih fungsi untuk tambak, perkebunan, dan pemukiman,” ungkapnya.

Agus Tripriyono menyoroti pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam penanaman mangrove sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam rehabilitasi mangrove. Ia menekankan perlunya kelanjutan gerakan penanaman mangrove dan perawatan pohon secara berkelanjutan, serta partisipasi aktif dari semua pihak.

Inisiatif penanaman mangrove ini berasal dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), yang melibatkan 13 daerah di seluruh Indonesia.(Rido)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *