tobapos.co – Keinginan Pemprov DKI untuk menjual saham bir di PT Delta Djayakarta, masih terganjal adanya persetujuan DPRD DKI. Kedua belah pihak tersebut pun sama-sama ngotot.
Bahkan Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi mempersilahkan Gubernur Anies Baswedan untuk menggunakan hak nya. Dan Prasetio dengan tegas mengatakan tidak akan mau ikut tandatangan.
“Silakan saja putusin jual saham PT Delta. Gubernur Anies punya hak untuk itu. Tapi saya tak mau ikut tandatangan karena potensi kerugian negara sangat terbuka,” kata Prasetio dalam talkshow yang ditayangkan melalui kanal YouTube Akbar Faisal, Rabu (17/03/2021).
Menurut Pras, sapaan akrabnya, saham Pemprov di DKI merupakan saham kosong yang diberikan pengelola bir ke pemerintah pusat lalu diserahkan ke Pemprov DKI di zaman Ali Sadikin.
“Pertanyaannya, kenapa saham itu tidak dijual di era Sutiyoso, Fauzi Bowo, Jokowi, Ahok ataupun Djarot. Dan DKI untung atau dapat deviden kok dari saham itu. Tahun 2018 Rp54 miliar, 2019 Rp84 miliar dan 2020 Rp104 miliar,” papar Pras.
Terlebih, sambungnya, dengan keinginan Anies yang ngotot untuk tetap melepas saham bir Delta ke publik menjadi pertanyaan bila dikaitkan dengan RPJMD Anies-Sandi. Bahkan soal halal dan haram.
“Silahkan saja dijual Anies, tapi saya nggak ikut-ikutan karena ada potensi kerugian negara akibat menjual saham PT Delta ini. Kok saham perusahaan yang untung dijual?. Apalagi saham DKI di Delta hanya 26 persen,” ucap politisi asal PDIP tersebut.
Dirinya juga mengaku sudah berkonsultasi dengan beberapa lembaga penegak hukum dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait hal tersebut. Apabila ikut menyetujui penjualan saham PT Delta, dikhawatirkan akan ada proses hukum yang terjadi.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan atasannya Anies tidak akan menggunakan hak diskresi untuk menjual saham milik Pemprov DKI di perusahaan bir.
“Kita tidak pernah mengambil diskresi-diskresi di luar yang tidak lazim,” ujar Riza.
Dia mengatakan, selama ini hubungan antara eksekutif dan legislatif Pemprov DKI masih cukup baik sehingga diharapkan penjualan saham Pemprov DKI di PT Delta bisa melalui jalan diskusi. (TP 2)