Andaliman Rempah Khas Sumut Diharapkan Berdaya Saing 

Ekonomi Headline

tobapos.co – Ketua Dewan Rempah Indonesia Sumatera Utara Nawal Lubis mengharapkan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia dapat membantu pemasaran dan meningkatkan daya saing komoditas Andaliman hingga ke tingkat global.

Menurut Nawal Lubis, rempah khas Sumut ini yang memiliki potensi besar dan perlu upaya sinergis semua pihak untuk membuat andaliman mendunia. “Mari kita bersama sama meningkatkan daya saing andaliman ini hingga ke tingkat global,” kata Nawal, saat penanaman perdana andaliman di Desa Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Sabtu (16/4).

Penanaman tersebut merupakan penanaman perdana dalam rangka kerjasama Pemerintah Kabupaten Simalungun dan perusahaan UD Intan. Kerja sama tersebut merupakan upaya pengembangan andaliman di Simalungun. Selanjutnya, ditargetkan akan ada 1.000 hektare lahan di Simalungun yang akan ditanami andaliman.

Baca Juga :   Medan Terbaik Kedua PPD 2022,  Wujud Komitmen & Konsisten Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Nawal mengharapkan penanaman andaliman akan semakin banyak dilakukan di Sumut. Sehingga produktivitas andaliman semakin meningkat. “Saya harap, di tempat lain juga dilakukan penanaman andaliman yang banyak, ” kata Nawal.

Plt Dirjen Perkebunan Ali Jamil mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) akan berperan mendorong ekspor komoditas pertanian dan perkebunan khususnya andaliman. Apalagi Kementan memiliki program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks). Tahun 2021, total nilai ekspor Indonesia sebesar Rp 625 triliun. Penyumbang terbesar nilai ekspor tersebut berasal dari sektor perkebunan.

Diharapkan, andaliman menyumbangkan nilai ekspor yang besar dalam program Gratieks tersebut. Untuk itu, andaliman harus didorong percepatan produksinya.

Ali menyampaikan, penanaman andaliman tersebut merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Hari Rempah Nasional yang diadakan bulan Desember tahun lalu. Untuk itu, Ia juga mengharapkan Dewan Rempah Indonesia Nasional punya masterplan untuk pengembangan rempah di Indonesia.

Baca Juga :   Kawal Kebijakan Pemerintah Tegakkan PPKM di Masa Covid, Wartawan Malah Dikeroyok

Sementara itu Wakil Bupati Simalungun Zonny Waldi menyebutkan bahwa lahan andaliman di Simalungun baru seluas kurang lebih 40 hektare. Namun menurutnya lahan tersebut belum terkelola dengan baik. “Meski begitu, kami berkomitmen mengembangkan tanaman andaliman ini di Simalungun, ” ujar Zonny.MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *