BPK Sumut Didesak Periksa Pengelolaan Keuangan DP3APM Pemko Tebing Tinggi

Headline Korupsi

tobapos.co  – Sejak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) dipimpin Sri Wahyuni selaku Kepala Dinas, dari sekitar 2021 hingga di 2023 kini, pengelolaan keuangan disana disinyalir banyak permainan. Dalam proyek-proyek pengadaan barang dan jasa paling besar terindikasi menjurus ke dugaan korupsi berjamaah.

Dari itu, sebagai pihak yang dinilai memiliki tupoksi paling dekat untuk membongkarnya, masyarakat mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Perwakilan Sumatera Utara melakukan pemeriksaan.

Sebagai bahan atas informasi masyarakat dan sesuai hasil penelusuran wartawan, bahwa CV MJ diduga memiliki hubungan kedekatan khusus dengan DP3APM Pemko Tebing Tinggi. Sehingga perusahaan tersebut bisa paling banyak mendapat proyek pengadaan barang dan jasa disana, dalam satu tahun disebut bisa beberapa kali.

Baca juga..

Modus paling sering dengan memecah-mecah proyek menjadi beberapa paket yang nilainya menjadi di bawah Rp200 juta, itu dilakukan agar tidak melalui lelang, namun Penunjukan Langsung (PL). Meski ada juga nilai proyek miliaran rupiah yang dikerjakan CV MJ.

“Itu bisa dicek, sejak Sri Wahyuni menjabat, CV MJ seperti memonopoli proyek-proyek pengadaan Barjas (Barang dan Jasa) di DP3APM. Dari pengadaan Pakaian Dinas Harian (PDH), Alat Tulis Kantor (ATK) hingga Pekerjaan Konstruksi Bangunan dan macam lainnya, itu CV MJ yang berkuasa, sampai sekarang itu Bang. Nah, siapa bos CV MJ ini, tugas abang-abanglah selanjutnya,” jelas sumber terpercaya.

Diduga Pengumpul Setoran Kepada Pemimpin

Sebelumnya, masih segar diingatan masyarakat, Ketua Dewan Pimpinan  Daerah  (Depidar)  Wira Karya Indonesia  (WKI) Sumatera Utara Edison Tamba menyebutkan,  “Apalagi beredar Kadis P3APM Sri Wahyuni diduga  pengumpul setoran kepada  pimpinannya.  Apakah ada kaitannya uang tersebut mengalir kepada Sekda hingga Pj Walikota Tebing Tinggi?”

Sambungnya, “Pj Walikota Tebing Tinggi dan Sekda jangan terkesan bungkam melihat kelakuaan bawahan berkelakuan buruk seperti ini, sekali lagi kami harap bisa terselesaikan dengan baik.” tegas Edison Tamba belum lama ini.

Mengetahui Hendak Dikonfirmasi, Pj Walikota dan Sekda Tebing Tinggi Sembunyi?

Sesuai pengalaman sejumlah wartawan termasuk awak media tobapos.co, berulang kali mendatangi Balai Kota Tebing Tinggi sebagai tempat Pj Walikota Tebing Tinggi Syarmadani dan Sekda Kota Tebing Tinggi Kamlan berkantor.

Namun mengetahui kedatangan wartawan untuk melakukan tugasnya mengkonfirmasi, dari Sri Wahyuni (Kadis P3APM) hingga Sekda dan Pj Walikota Tebing Tinggi malah bersembunyi?

Sehingga, kondisi tersebut layak menjadi atensi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, agar para penyelenggara pemeritahan di daerah berani bersikap transparan. Apalagi terhadap wartawan yang jelas-jelas dalam menjalankan profesinya diakui dilindungi Undang-Undang.

Puncaknya, pada Selasa (12/9/2023), bertepatan ada kegiatan di gedung Balai Kota Tebing Tinggi, semua Kepala Dinas diketahui hadir termasuk Sekda dan Pj Walikota Tebing Tinggi yang memimpin kegiatan.

Sejak siang hingga menjelang malam wartawan menanti disana agar  mendapatkan konfirmasi, bahkan sudah mencoba menghubungi nomor telepon, whatsaap Pj Walikota Syarmadani, tetapi terkesan tidak diperdulikan.

Bahkan seluruh pegawai disana diduga sudah dikoordinir agar terus mengamati gerak wartawan, supaya tidak bisa melakukan wawancara ‘door stop’ maupun menjumpai langsung Sekda Kamlan maupun Pj Walikota Syarmadani, dan hasilnya memang konfirmasi belum didapat wartawan hingga berita ini dimuat kembali.

Tetapi sebelumnya lagi, Pj Walikota Tebing Tinggi Syarmadani melalui whatsaap terkait Kadis P3APM Sri Wahyuni yang diduga malah melindungi anaknya bernama Wahyudi Pratama Tolo pasca dilaporkan ke Polrestabes Medan kasus penipuan, layakkah menjabat Kepala Dinas?

 “Untuk ini (Kadis P3APM Sri Wahyuni-red), ada jalur Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan), sesuai aturan yang berlaku. Untuk Detailnya silahkan ke Pak Sekda ya,” kata Syarmadani, Jumat 23/6/2023), lalu. (MRI)                

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *