tobapos.co – Aparat kepolisian berwenang di Kota Medan, Sumatera Utara sepertinya tak becus dalam menangani masalah maraknya segala macam perjudian dan yang paling menonjol jenis mesin, seperti tembak ikan, rolet, bokong, dll.
Pasalnya, kian hari makin menjamur saja, bisa dibilang sudah darurat. Sebab nyaris sampai pinggiran, di setiap warung ada saja permainan adu nasib dan untung-untungan tersebut.
Pada Selasa (11/1/2022), Abdul Rani selaku Anggota DPRD Kota Medan Komisi A masih ditunggu tanggapannya, meski sebelumnya kepada wartawan, beliau pernah menyebut agar Polrestabes Medan berani menindak tegas.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dan Kapoldasu Irjen Pol Panca Putra telah pula dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, namun hingga berita ini dimuat belum membalas.
Atas kondisi tersebut, atas kesan bungkamnya pihak yang bertanggung jawab itu, tentunya bisa membangkitkan pertanyaan di masyarakat, siapa saja yang menikmati hasil dari menjamurnya perjudian tersebut?
Salah seorang sumber yang berbisnis di bidang jual – beli mesin judi tembak ikan dll mengatakan, harga satu unitnya bisa mencapai 380 juta-500 juta rupiah. Sangat mahal, saat ini sudah ada sekitar 500 mesin yang beredar di wilayah Kota Medan.
“Mahal, bukan orang sembarangan pengusahanya Itu. Ada sekitar 500 mesin di seluruh Medan yang beredar, bayangkan saja. Kelompok orang kaya berat dan kuat ini pengusaha, jaringannya sampai ke pucuk-pucuk pimpinan ” ujarnya berinisial TS.
Dampak dari maraknya perjudian itu, masyarakat Kota Medan khususnyanya para orang tua, apalagi kaum ibu sangat mengeluhkan, karena para suami dan anak mereka kerap menghabiskan uang mereka di meja judi tersebut.
Beberapa lokasi judinya yang mirip kasino genting highland di Malaysia, yakni di Jalan Ringroad Medan Sunggal (eks Galaxi Zone), kemudian di Kompleks MMTC Percut Seituan, dan masih banyak lagi lainnya.
“Pengawasnya cepak-cepak, marga Sinurat, mana ada yang berani grebek. Makanya aman bang di sini.” jelas seorang penjaga mesin perjudian ketika ditemui di lokasi.(TIM)