Rencana Sekolah Tatap Muka, Dicky: DKI Harus Siapkan Petugas Kesehatan

Headline Sekitar Kita

tobapos.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana akan membuka kembali belajar mengajar tatap muka di sekolah dengan tahap uji coba besok Rabu 7 April 2021. 

Pemprov DKI pun diminta untuk melakukan mitigasi secara matang sehingga keputusan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah ini tidak menimbulkan kasus baru Covid-19. 

Ahli epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman menyarankan Gubernur Anies untuk menyediakan tenaga kesehatan (nakes) di tiap-tiap sekolah ketika belajar tatap muka berlangsung. 

“Dalam rencana pembukaan sekolah di DKI, harus ada pendampingan oleh Dinas Kesehatan DKI dengan menunjuk puskesmas, klinik, atau dokter praktek untuk memantau setiap sekolah,” ujar Dicky, Selasa (06/04/2021). 

Kehadiran petugas kesehatan ini, lanjut Dicky, bertugas guna memantau segala kegiatan sekolah agar tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan virus corona. 

“Setiap sekolah harus jelas siapa pemantaunnya karena ini tidak seperti sekolah biasa. Jadi, harus ada pengampu petugas kesehatan,” papar dia.

Dicky mengatakan, ketika ditemukan kasus COVID-19 baik di kalangan siswa, guru, maupun tenaga kependidikan lainnya kegiatan ini wajib dihentikan sementara. 

Untuk petugas kesehatan yang ditunjuk Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI itu mesti melakukan tindakan lanjutan dengan cara penelusuran kontak (tracing).

“Jangan lupa ada rem darurat ketika misalnya dalam satu kelas atau kelompok yang positif satu orang, itu sudah harus membuat kelompok itu karantina dulu dua minggu, sembari nanti di-tracing,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahamd Riza Patria menyebut, pihaknya akan membuka kembali sekolah tatap muka dengan tahap uji coba dahulu pada Rabu, 7 April 2021.

Riza melanjutkan, sejauh ini ada sekitar 96 sekolah yang direncanakan akan dibuka sebagai pilot project pembelajaran tatap muka ini sedang dilakukan asesmen.

“Mudah-mudahan kalau ini berhasil, nanti kita akan pertimbangkan apakah di tahun ajaran baru, dimungkinkan tatap muka secara langsung atau secara campuran seperti yang diujicobakan, atau cara lain,” ucap Riza. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *