tobapos.co – Kondisi jalan di Gang Tempirai Lingkungan VI, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas kini sudah tampak mengering usai kedatangan Wali Kota Medan Bobby Nasution pada Senin (1/3/2021) lalu.
Diketahui sebelumnya, jalan tersebut selama kurang lebih belasan tahun tergenang air tetapi kini sudah lebih baik dari sebelumnya.
Dari amatan di lokasi, jalan gang tersebut sudah bisa dilalui secara normal, baik bagi pejalan kaki maupun bagi pengendara sepeda motor.
Kubangan yang biasanya sampai berlumut, kini sudah menjadi dataran tanah kering yang lebih nyaman sebagai akses jalan masyarakat, meski tampak harus dilakukan perbaikan lagi, seperti dibangun beton memperkokoh agar tidak tergerus air bila banjir.
“Sekitar empat hari lalu lah, satu hari setelah Pak Bobby datang, pihak kecamatan langsung turun mengorek parit di depan. Besoknya mulai mengalirkan genangan air, dan besoknya lagi sudah mulai kering jalan gang Tempirai,” kata Yulisman Nasution warga sekitar, Senin (08/03/2021).
Kendati begitu, dirinya meminta agar ada penimbunan terhadap Gang Silian juga, dikarenakan rendahnya jalan tersebut apabila hujan kerap banjir.
“Kita masih merasa was-was jika terjadi hujan deras, karena Gang Silian ini rendah ke dalam Gang. Makanya saya meminta untuk sementara galian lumpur dari parit depan bisa menimbun jalan Gang Silian ini,” harap Yulisman yang akrab disapa Anto Kursi.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution telah merespon cepat keluhan warga yang telah bertahun-tahun merasakan jalan yang tergenang air kotor.
“Terima Kasih Pak Wali Kota Medan telah mendengarkan keluhan warga Gang Tempirai, Gang Silian dan Gang Ambai. Pak Wali cepat merespon dan menepati janjinya setelah terpilih menjadi Walikota Medan,” ujarnya.
Hal senada juga dikatakan warga yang tepat di depan rumahnya tergenang air beberapa waktu lalu, Ahmad Husein mengatakan sekitar empat hari yang lalu genangan di sepanjang ruas gang mengering.
“Kemarin parit yang di depan digali. Jadi air bisa mengalir, enggak tersumbat. Tapi belum sempurna kali kayaknya karena saya lihat di dalam parit kami ini masih penuh kali airnya,” katanya.
Dirinya berharap agar jalan tersebut juga ditimbun dengan tanah. Sehingga air yang biasanya menggenangi ruas gang bisa terserap.
“Kalau tidak hujan kan banjirnya enggak banyak. Nah orang yang di depan sana yang dekat pasar mereka sudah menimbun secara mandiri dengan batu-bata. Kami yang engggak punya batu bata ataupun tanah jadi enggak bisa nimbun,” ungkapnya.
Kendati demikian, dirinya senang keadaan gang tempat tinggalnya bisa ditindaklanjuti agar kembali normal.
Ia berharap saluran drainase dari gang menuju ke drainase pinggir pasar besar bisa lebih cepat diperbaiki.
“Semoga bisa cepat diperbaiki jadi enggak setengah-setengah kerjanya. Dan kalau bisa nanti air dari parit kami bisa terbuang di aliran yang lebih besar. Dan jalan tersebut dapat dibenahi,” pungkasnya.(KM-6)