Nikmat Membawa Sengsara, Kasus ‘Makan Nasi Bungkus’ Mengantar Faisal Nasution ke Balik Jeruji Besi

Headline Kriminal

tobapos.co – “Nikmat membawa sengsara”, kalimat itu sepertinya layak disandang Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Rakyat Sumatera Utara (LSM FoRSU) Ahmad Faisal Nasution.

Postingan ‘Makan Nasi Bungkus’ yang digembar-gemborkan Faisal Nasution ternyata malah mengantarkannya kembali ke balik jeruji besi untuk waktu sekian lama.

Faisal FoRSU yang sebelumnya pernah ditahan dan menjalani hukuman selama satu tahun di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Tanjung Gusta Medan terkait kasus UU ITE tersebut, kini kembali dilaporkan dalam kasus yang sama ke Subdit V/Cyber Crime Ditkrimsus Polda Sumut pada 14 Agustus 2020 lalu.

Sebelum kasus ‘Makan Nasi Bungkus’ tersebut berhembus, pada Selasa, 04 Agustus 2020, aksi unjuk rasa digelar oleh Forum Rakyat Sumatera Utara (FoRSU) di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) yang menuntut pengusutan adanya dugaan beberapa kasus korupsi.

Kumpulan massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Daerah Sumatera Utara oleh FoRSU menggelar aksi unjuk rasa di Kejati Sumut.

Faisal Nasution dalam orasinya memaparkan, “Apakah gambaran bagi-bagi itu menikmati sama Makan Nasi Bungkus bersama di ruangan. Ruangan itu ruangan kerja bukan ruangan pribadi atau privat. Dan kemungkinan besar dugaan kami, pada saat melakukan makan nasi bungkus tersebut, itu pada saat jam kerja. Ada apa?”

Baca Juga :   Peringati Hari Pendidikan Nasional, KSPM Gelar Diskusi Publik Terkait Masa Depan Pendidikan di Era Kehidupan Baru

“Apa sebegitu hebatnya seorang sosok pemborong tersebut berani, istilahnya tidak menghargai seorang Penyidik dengan membuka nasi bungkus atau menikmati. Atau memang dipersiapkan,” ucap Faisal waktu itu.

Kemudian, “Kalau masalah seperti itu, seharusnya yang berkompeten untuk menindaklanjuti dan memberi perintah itu Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati). Lalu, apabila merasa kurang personel ajukan ke Polri minta tim, bentuk tim berangus itu semua.”

“Mau wartawan, LSM, yang berkait-kait dengan mendapat proyek, atau pun petinggi-petinggi Ormas. Ini gak bisa,” beber Faisal FoRSU menggebu-gebu.

“Jadi jangan mereka sekonyong-konyong dekat sama petinggi-petinggi mereka yang dikasih proyek, mereka yang memakai proyek gitu. Ini negara, negara apa sekarang ini,” ketusnya.

Belakangan diketahui, apa yang disampaikan Faisal Nasution ternyata disebut tidak benar. Alhasil, dia (Faisal) kini mendekam di dalam tahanan dan ditetapkan sebagai tersangka setelah berkasnya dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Informasi yang dihimpun di Pengadilan Negeri (PN) Medan, berkas Ahmad Faisal Nasution sudah dilimpahkan ke PN Medan tanggal, 16 Februari 2021 sesuai yang tercantum di tanggal register, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson Victor. S, SH.

Baca Juga :   Kabaharkam Polri Kirim Bantuan Untuk Korban Banjir Kota Medan

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus UU ITE yang menjerat Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Rakyat Sumatera Utara (LSM-FoRSU) Faisal Nasution terus bergulir.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka pada pertengahan September 2020 oleh Subdit V/Cyber Crime Ditkrimsus Polda Sumut, namun kala itu Faisal Nasution tidak juga ditahan.

Hal itu sempat memunculkan dugaan spekulasi terkait proses penyidikan yang dilakukan terhadap tersangka Faisal Nasution.

Namun, keraguan terhadap penyidik terkait proses penyidikan kasus laporan UU ITE yang menjerat Ketua Umum LSM-FoRSU Faisal Nasution tersebut menemui titik terang.

Setelah berkasnya diteliti dan dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Kejati Sumut, dan selanjutnya pada hari Senin, 8 Februari 2021, kasus tersangka Faisal Nasution dinyatakan P22 dan dilakukan penyerahan barang bukti dan tersangka oleh Polda Sumut.

Ketua LSM-FoRSU bernama lengkap Ahmad Faisal Nasution tersebut selama ini diketahui kerap melakukan aksi demo berbagai kasus korupsi di Sumatera Utara (Sumut).

Baca Juga :   Kapolsek Bunturaja Mengaku, Tersangka Dostahi Silaban Ditangguhkan Sebab Dijamin Keluarga

Belakangan Faisal Nasution kembali dilaporkan ke Polda Sumut, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP / 1538 / VIII / 2020 / SUMUT / SPKT “III” tanggal 14 Agustus 2020.

Dalam kasus yang ditangani Subdit V/Cyber Crime Dirkrimsus Poldasu ini, Faisal (FoRSU) dilaporkan tentang peristiwa Pidana UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 Ayat (3).

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol John CE Nababan (foto-atas), saat di konfirmasi tobapos.co, melalui WhatsApp terkait berkas tersangka Faisal Nasution pada Selasa (9/2/2021) mengatakan, bahwa tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, pada hari Senin, 8 Februari 2021 lalu.

“Sudah dilimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejati Sumut, pada hari Senin, tanggal 8 Februari 2021,” jawab John Nababan.

Saat ditanyakan, bahwasanya setelah P22 penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejati Sumut infonya tersangka saat itu juga langsung ditahan dan dibawa ke Polda Sumut ?

“Sekarang tahanan Kejaksaan,” balas mantan penyidik KPK tersebut singkat. (Sofar Panjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *