tobapos.co – Sisa makanan kerap kali menjadi limbah yang dapat mencemari lingkungan. Meskipun sampah ini tergolong ke dalam sampah yang mudah diuraikan. Namun apabila tidak dikelola dengan baik, sampah akan menjadi sumber penyakit bagi manusia.
Terutama di lingkungan Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan), yang mana warga binaan di dalamnya tentulah sangat banyak, sehingga harus dicari solusi yang baik, apalagi bisa dijadikan usaha untuk mendapatkan nilai ekonomisnya menghasilkan pundi-pundi uang.
Dari kondisi tersebut, Rutan Kelas I Medan yang saat ini dipimpin Nimrot Sihotang A.Md.I.P.,. S.H., M.H (foto-pakai topi) sudah mulai menjalankan dengan melatih Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), disana tentang teknik membudidayakan larva maggot. Kamis (20/7/2023).
“Budidaya maggot merupakan bagian dari program cinta lingkungan, pengelolaan sampah kita lakukan dengan baik untuk terus menjadikan Rutan yang lebih bersih, lebih rapi, dan kesehatan penghuninya agar lebih terjaga,” terang Nimrot Sihotang kepada wartawan.
Selain untuk hal tersebut, budidaya larva maggot yang saat ini masih untuk kebutuhan pakan ternak warga binaan sendiri, namun bila mampu ditingkatkan sesuai rencana, akan dijual ke luar Rutan dan menjadi modal keterampilan untuk berusaha WBP setelah kembali ke masyarakat.
“Ke depan, rencana akan kita tingkatkan sesuai dengan kebutuhan kita untuk mengurangi biaya operasional. Sehingga kita tidak terlalu banyak menggunakan pakan pelet dan jagung, kita hanya menggunakan sisa-sisa hasil makanan dari dalam (Rutan) dari dapur. Sementara ini, untuk kebutuhan kita dulu, kalau bagus kita tingkatkan dan kita akan jual ke luar,” tutur Nimrot menjelaskan.
Dalam kesempatan kali ini ke Rutan Kelas I Medan, diperoleh beragam informasi terkait budidaya larva maggot tersebut. Dimana, saat ini Rutan Kelas I Medan terus melakukan pengembangan kemandirian kepada warga binaan, seperti maggot atau belatung dimanfaatkan untuk mengelola sampah sekaligus bisa menjadi sumber penghasilan warga binaan.
Disampaikan Jefry Sinaga selaku pembina warga binaan yang dilatih membudidayakan maggot tersebut, setiap hari mereka bisa memproduksi sekitar 25 Kg, lalu dijadikan pakan ayam yang diternakkan para warga binaan.
“Maggot ini adalah ulat yang dihasilkan dari serangga yang bernama black soldier fly (BSF). Untuk makanannya berasal limbah organik, seperti sisa buah dan sayur-sayuran,” kata Jefri, Rabu (18/7/2023).
Beberapa warga binaan Rutan kelas I Medan yang sudah setengah bahkan lebih menjalani masa hukumannya, dilatih berbagai macam keterampilan untuk usaha, termasuk membudiyakan maggot ini.
“Dengan adanya usaha budidaya maggot ini, bisa memangkas biaya pakan hampir 50 persen. Untuk satu bulan bisa dapat sekitar 750 Kg.” Tutup Sinaga. (TP)