tobapos.co – Beredarnya surat edaran yang dikeluarkan sekertaris Daerah kabupaten Asahan terkait Bimtek kepala desa yang tertera di surat akan digelar tanggal 24 mei sampai dengan 28 mei tahun 2023 di kota bandung menjadi tanda tanya khusunya masyarakat Asahan.surat edaran yang di tujukan kepada camat di kabupaten Asahan agar meminta kepada seluruh kepala desa untuk mengikuti Bintek tersebut.
Terkait surat edaran tersebut tim wartawan mendapat informasi bahwa setiap kepala desa yang mengikuti Bintek tersebut di kenakan biaya jutaan rupiah yang di duga di anggarkan dalam dana desa di setiap desa tersebut.
Menangapi hal tersebut,Ketua Permata Pergerakan Mahasiswa Tangkap Komplotan Para Koruptor ( Permata KPK ) Kabupaten Asahan yang juga asli anak Desa Sei Paham Kecamatan Sei Kepayang kepada wartawan DP News Senin (29/5/2023) di Kisaran, mengatakan mempertanyakan pelaksanaan bimtek kepala desa ke Bandung.
Soleh juga mempertanyaka dana untuk kepala desa yang kami dapat info setiap desa mengeluarkan dana hingga jutaaan dan itu kami duga memakai dana desa.Kalau hanya bimtek untuk menambah pengetahuan dan cara cara untuk menumbuh kan perekonomian desa dan untuk menggali PAD desa menurutnya tidak perlu jauh – jauh. Ujarnya”
“Tidak mesti jauh jauh sampai keluar kota dan menghabis kan anggaran sebesar itu, bayangkan kebutuhan di desa juga sangat banyak seperti infrastruktur, pengembangan ekonomi desa, dan sebagainya. Di Asahan ini saja banyak tempat yang layak untuk menjadi tempat bimtek, dan lebih menolong para pelaku UMKM yg ada di daerah ini,.Jadi saya ketua permata KPK meminta aparat penegak hukum untuk memeriksa terkait anggaran Bimtek tersebut.”
Kabid PMD Aris saat di konfirmasi wartawan DP News melalui via WhatsApp Membenarkan kegiatan Bintek tersebut ada.Ubtuk peserta 153 desa yang ikut dan 23 desa tidak ikut karena berhalangan.dan memang kegiatan tersebut di lakukan di bandung”ujarnya.(Ridho)