Oknum Mengaku Dari Media Juga Terima Jatah, Rp500 Ribu Per Bulan Dari Dian Ketua Asosiasi Toko Obat Cina Diduga Ilegal Di Medan

Headline Kriminal

tobapos.co – Pasca dimuat kembali berita terkait siraman dari Ketua Asosiasi Toko Obat yang menjual berbagai merk obat tradisional cina maupun kosmetik diduga ilegal di Kota Medan, Sumatera Utara, agar para aparat tutup mata. Tim tobapos.co merasa semakin tertantang untuk membongkar penuh, sudah sejauh mana berakar cengkraman pria dipanggil Dian yang merupakan Ketua Asosiasi Toko-toko Obat tersebut?

Terkini didapat lagi informasi, selain Rp169,5 Juta/bulannya ke oknum-oknum aparat, ternyata ada sekitar 10 oknum mengaku dari media yang juga mendapat Rp500 ribu/bulannya dari Dian.

Sempat dikatakan Dian kepada sumber terpercaya tobapos.co, “Bila ingin menerima (jatah-red) lebih, silahkan saja koordinasi sama toko-toko obat maupun kosmetik, datangin aja satu persatu, saya tidak akan menghalangi, kalau toko mau ngasih, ya terserah,” katanya beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Membanggakan di Paskibraka Nasional 2021, Edy Rahmayadi Sambut Ardhelia dan Rifaldy di Rumah Dinas

Sekedar informasi untuk dapat mempertanyakan soal sosok Dian, menurut sumber lagi, tobapos.co bisa mendatangi toko-toko obat yang lokasinya masih berada di wilayah Kota Medan, seperti Toko Obat Asia Baru di Jalan Bogor, Toko Obat Abadi di Jalan Bandung, Toko Obat Shanghai di Jalan Brigjen Katamso, Toko Obat Solo Baru, Toko Obat Solo, Toko Obat Bali di Pasar Rame, dan masih banyak lagi.

Setelah dicoba lakukan konfirmasi, para pengusaha toko obat yang dimaksud di atas, ada yang bungkam, ada yang membenarkan, hingga ada yang membantah.

Diketahui dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (selanjutnya disebut sebagai UU Kesehatan), pada Pasal 197 menyatakan bahwa: “Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).”

Sebelumnya Diberitakan

Baca Juga :   Dampingi Presiden RI, Pras Jajal Sirkuit Mandalika

Ada sekitar 54 toko menjual obat –obatan tradisonal cina diduga ilegal di Kota Medan dan 16 toko kosmetik bergabung dalam asosiasi yang hingga saat ini dipimpin Dian.

Setiap bulannya, Dian disebut menerima setoran dari setiap pemilik toko obat, toko kosmetik itu, yang besarnya bervariasi, hingga diketahui total yang terkumpul sebesar Rp169,5 juta. Kemudian paling lambat setiap tanggal 10 suap disalurkan?

Untuk penindakan obat berbahaya maupun tanpa izin edar yang merugikan negara dan masyarakat, diketahui wewenang penuh ada pada Polri dalam hal ini Dit Narkoba, Dit Krimsus Polda Sumut, maupun BBPOM di Medan. (TP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *