Meski Nyata Jadi Kluster Ditengah Covid, Lokasi Judi Samkwan Aju di Wilayah Hukum Polres Binjai Kebal Hukum?

Headline Kriminal

tobapos.co – Meski dinilai nyata bisa menjadi kluster penyebaran Covid-19 ditengah masa pandemi, namun lokasi perjudian samkwan disebut dikelola Aju di Dusun 2, Pasar 7, Desa Tandem Hilir 1, Kecamatan Hamparan Perak, masuk wilayah hukum Polres Binjai, Polda Sumatera Utara kebal hukum?

Buktinya, lebih seminggu diinformasikan sekaligus dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang, ironinya pengelola perjudian besar-besaran mengundang keramaian tak perduli prokes itu belum juga terdengar ditangkap. Minggu (6/6/2021).

Terkait keresahan masyarakat akan perjudian yang jelas melawan hukum, sesuai KUHPidana Pasal 303 itu, bila tetap masih beroperasi meski telah diketahui Polres Binjai yang dipimpin AKBP Romadhoni Sutardjo SIK, tim media ini berencana akan lanjut ke Polda Sumut melalui Ditreskrimum.

Sebelumnya Diberitakan

Mulai dari warga, tokoh masyarakat bahkan hingga dari lembaga legislatif meminta Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak memerintahkan bawahannya agar menutup perjudian jenis samkwan di lokasi dimaksud. Namun beginilah ternyata kondisinya.

Tiap dibuka, diperkirakan ratusan lebih pemain memadati lokasi. Ironinya, meski tahu judi merupakan perbuatan melawan hukum, yang parahnya di masa corona, ada saja oknum-oknum aparat yang mau mengawal operasional perjudian tersebut.

“Kita sebagai tokoh masyarakat dan pemuka agama merasa malu akibat Desa Tandem Hilir 1 mendapat julukan desa maksiat,” ungkap Muhandis Nasir selaku tokoh masyarakat setempat.

Ditambahi Anggota DPRD Deli Serdang Legimun SPd, rawan menjadi kluster penyebaran covid-19, lokasi judi Samkwan itu harus segera ditutup.

“Lokasi judi harus segera ditutup, ditangkap pengelolanya, karena dinilai sangat banyak mudaratnya,” kata Anggota DPRD Deli Serdang dari Partai Nasdem itu.

Sambungnya, “Padahal Pemerintah Indonesia dengan tegas sedang memerangi Covid 19. Tapi bandar judi samkwan malah mengumpulkan massa yang dikhawatirkan menularkan (kluster) virus corona,” jelasnya. (TIM/foto: ilustrasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *