Murah dan Ramah Lingkungan, Gedung Perkantoran Diminta Pakai Jasa Perumda PAL Jaya

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah (Perumda PAL Jaya), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI terus berbenah melakukan yang terbaik untuk Jakarta.

Kinerja BUMD DKI ini tak bisa lagi dianggap remeh. Apalagi saat ini, mendapat penugasan baru dari Pemprov DKI yaitu mengelola limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3).

Selama ini, air bersih salah satu sumber daya alam terpenting bagi kehidupan. Namun, air bekas pakai atau air limbah mengandung banyak zat berbahaya dan tidak dapat dilepaskan begitu saja sebelum diolah.

Karena itu pula, penting untuk mengolah air limbah karena dapat memulihkan pasokan air dan melindungi planet dari racun. Dengan adanya, fasilitas pengolahan air limbah akan amat membantu seperti yang dilakukan Perumda PAL Jaya) Jakarta.

Direktur Teknik dan Usaha Perumda PAL Jaya, Asri Indiyani menjelaskan saat membahas air, orang cenderung memikirkan tentang air minum atau air bersih.

Baca Juga :   Bangga Anak Medan Bawa Timnas U-16 Juara Piala AFF, Bobby Nasution Berangkatkan Crespo & Orang Tua Haji

“Sangat jarang orang membicarakan tentang pengolahan air limbahnya. Padahal, kota yang maju harus memiliki infrastruktur yang baik termasuk jaringan pengelolaan air limbah,” kata Asri di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Krukut, Jakarta, Rabu (27/04/2022).

Asri yang jebolan Fakultas Tehnik Lingkungan ITB Bandung ini menambahkan, dari rencana 15 zonasi, yang telah dibuat saat ini baru ada zona 0. Yakni IPAL Krukut dan IPAL Setiabudi.

“Di zona 0 ini panjang pipanya mencapai 128 km,” jelas Asri.

Menurut Asri, IPAL di Indonesia saat ini baru ada di 13 kota. Salah satunya di kota Jakarta.

“Harapan kita akan berkembang dan lingkungan kita menjadi lebih bersih,” lanjut Asri.

Asri menyebut bahwa jumlah pelanggan yang disebut dengan People Equivalent (PE) saat ini sekitar 2,4 juta yang telah terlayani.

Baca Juga :   Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Pimpim Rapat Koordinasi Menjelang Ramadhan 1443 H

Tujuan terbangunnya IPAL Krukut tak lain untuk meningkatkan kualitas air limbah hasil olahan dari bangunan perpipaan di kawasan Jenderal Soedirman, SCBD, Senayan, Gatot Soebroto, dan Bendungan Hilir.

Asri menjelaskan, IPAL ini akan lebih menguntungkan bagi pelanggannya. Karena kalau pengelola gedung bikin sendiri pengolahan limbah, akan jauh lebih mahal.

“Misalnya, untuk pengelola gedung, tidak harus membeli alat dan tiap bulan tidak harus mengecek sendiri kualitas limbahnya. Semuanya dikelola oleh PAL Jaya. Mereka hanya bayar tarif sesuai Pergub dan duduk manis. Karena itu, kami minta para pengelola gedung agar menyerahkan pengelolaan limbahnya kepada kami,” imbuh Asri.

Dia menerangkan, dengan begitu hemat bagi pengusaha dan pemerintah pun lebih mudah dalam pengendalian kualitas airnya.

Baca Juga :   Raperda COVID-19, Warga Angkut Paksa Jenazah Positif Bakal Kena Sanksi

Perumda PAL Jaya terus berinovasi. Bukan hanya air limbah rumah tangga dan gedung perkantoran di sekitar area zonasi, namun juga akan mengelola limbah B3.

“Saat ini untuk limbah B3 sedang diuji coba. Semuanya bertahap,” tuturnya.

Sementara itu, Komisaris Utama Perumda PAL Jaya Andi Saputra akan terus mengawal para jajaran direksi untuk berbuat yang terbaik untuk kota Jakarta dibawah pimpinan gubernur Anies Baswedan.

“Kami di jajaran komisaris Perumda PAL Jaya akan terus mengawal dan membantu jajaran direksi dalam menangani limbah di Jakarta. Terutama dalam mengajak para pengelola gedung agar jadi pelanggan kami. Dan itu sesuai Pergub. Kemudian mengawal penugasan baru mengelola limbah B3,” imbuh Andi yang juga mantan aktifis kebebasan pers dan didampingi Budi Siswanto selaku anggota Komisaris Perumda PAL Jaya. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *