Lewat lagu “Anakku Naburju” Kadishubsu Agustinus Panjaitan: Kasih Ibu Nyata

Headline Sekitar Kita

tobapos.co– Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Dr Agustinus Panjaitan berkisah, bahwa “Kasih ibu nyata” ini adalah ungkapan yang menggambarkan cinta dan perhatian seorang ibu yang tulus dan tidak terbatas.

Dapat dirasakan, jika menyadari, Kasih ibu sering kali dianggap sebagai salah satu bentuk kasih sayang yang paling mendalam dan tidak mengenal syarat.

Luar biasa, perasaan ini tercermin dalam pengorbanan, perhatian, dan perlindungan yang diberikan ibu kepada anaknya sejak lahir hingga dewasa.

Membuktikan dalam banyak budaya, kasih ibu dianggap sebagai simbol kelembutan, ketulusan, dan pengorbanan tanpa pamrih, tutur Agus Panjaitan putra dari ibu Perpe boru Simanjuntak yang akrab disapa Opung Eben Panjaitan ketika turut hadir melepas 45 bus gratis pemudik di terminal amplas, Sabtu, 21/12/2024.

Putra nyonya Panjaitan, ibu Perpe Simanjuntak,Agustinus Panjaitan adalah pembantu Gubernur Sumut merupakan pelayan masyarakat di bidang  Dinas Perhubungan Sumut yang kini Kadishubsu, mengisahkan, bahwa ungkapan kasih sayang ibu sering kali dianggap mirip dengan kasih Tuhan dalam banyak hal, karena keduanya bersifat tulus, tak terbatas, dan tanpa syarat.

Kasih ibu mulai saya dilahirkan, ujar Agustinus mengakui, bahwa kasihnya seperti kasih Tuhan yang tidak mengenal batas, kasih ibu juga tidak terbatas oleh waktu, situasi, atau kondisi. Ibu sering kali memberikan perhatian dan pengorbanan tanpa pamrih, sama seperti kasih Tuhan yang selalu memberikan cinta, perlindungan, dan bimbingan kepada umat-Nya, terlepas dari kesalahan atau kekurangan manusia.

Kedua jenis kasih ini juga katanya, menciptakan rasa aman dan mendalam bagi yang menerimanya. Kasih ibu menjadi cerminan kasih Tuhan yang mengalir melalui peran ibu, menciptakan ikatan yang kuat dan mendalam antara orang tua dan anak.

“Itulah makna yang berarti, sehingga lagu dengan judul “anak ku naburju” kunyanyikan bersama ibuku di panggung ini, kata Agustinus.

Moment lagu ini, ibu Perpe Simanjuntak terlihat bangga. Apalagi melihat sambutan hangat dari masyarakat, opung Boru Eben Simanjuntak suami almarhum Selamat Panjaitan merasa bangga. Di balik perjuangan dan kerja keras putranya, ia tahu ada hati yang tulus melayani. Spontan tangannya terangkat menghapus air mata yang menitik, sembari mengucap doa syukur. Baginya, kebahagian terbesar adalah melihat putranya mampu memberikan arti dalam hidup orang lain sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

“Sukseslah anakku naburju dikariermu melayani masyarakat’, ungkap Perpe Simanjuntak dengan mata berbinar sembari berpelukan erat, ibu Perpe dengan Agustinus yang moment itu dikerumuni beberapa wartawan berbicara bahwa Agustinus sejak kecil memang anak yang penurut dan patuh kepada kami orang tuanya, tuturnya.(MM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *