Jadi Sorotan, Ada Apa Dibalik Pelantikan 344 Kepala Sekolah SMA se-Sumut?

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Pelantikan sebanyak 344 Kepala Sekolah SMA/SMK sederajat  se Sumatera Utara menjadi sorotan banyak pihak, termasuk dari para Kepala Sekolah itu sendiri, yang tak ingin menyebut jati dirinya. 

Disebut, terlaksananya pelantikan Kepala Sekolah SMA sederajat oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi pada Selasa (5/7/2022) disinyalir tanpa penempatan tugas yang semestinya Surat Keputusan harus disertai penempatan tugas dimana pejabat eselon yang dilantik,  setidaknya disesuaikan tugas pokok dan fungsi, kritik sumber yang merupakan seorang Kasek SMA di Tapanuli Tengah.

“Tugas kami sebagai Kasek (Kepala Sekolah) jelas mengambang. Pasalnya hingga saat ini petikan  SK yang diterbitkan  Badan Kepegawaian Daerah Pemprovsu belum ada”

“Jadi para Kasek tidak  tahu  mau menjabat  Kepala Sekolah di daerah mana.  Makanya sekarang kami  jadi resah. Sehingga para Kasek menuding ada Kasek titipan atau diduga oknum BKD maupun menunggu  bayaran untuk penempatan sekolah yang basah,” ungkap mereka di seputaran Medan,  Jumat,  (8/7/2022. 

Baca Juga :   Pjs Wali Kota Bersama IKAPTK Medan Bagi-bagi Masker Pada Warga

Sementara pejabat yang berkompenten terkait pelantikan para Kepala Sekolah itu, saat dikonfirmasi wartawan saling buang badan. Terkesan dua pejabat instansi beda pendapat guna menangkis sorotan masyarakat.  Menurut keterangan Kepala BKD Pemprovsu Faisal Nasution, dia mengaku penempatan Kasek adalah wewenang Disdiksu. 

“Kita menunggu dari Pejabat Disdik Sumut, setelah ada usulan dari Pejabat Disdiksu maka BKD menerbitkan SK sesuai penempatan yang ditentukan”,  kata Faisal. 

“Pastinya kami BKD hanya menerbitkan  SK jabatan Kasek”, ungkapnya lagi. 

Sedangkan, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Murdyanto melalui whatsapp menyebut, menunggu surat petikan SK.

Karena kondisi tersebut, muncul pertanyaan besar. Ada apa dibalik pelantikan tersebut ?

Sementara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ketika melantik, mengatakan, dirinya akan mengevaluasi evaluasi jabatan para Kasek.

Baca Juga :   Sejak 2017, Jakarta Raih Indeks Demokrasi Tertinggi se-Indonesia

“Enam bulan kalian saya evaluasi. Tak cocok anda jadi kepala sekolah saya ganti, saya butuh kualitas, karena masa depan Sumut ini tergantung sekali dengan anak – anak didik anda, ” kata Edy kepada para kepala sekolah di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman 41, Medan, Selasa (5/7/2022)

Sebelum menjabat, kata Edy,  kepala sekolah akan disekolahkan atau mendapat penataran terlebih dahulu. Tidak seperti masa lalu, kepala sekolah menjabat baru disekolahkan.

Kemudian Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut Lasro Marbun mengatakan, nantinya para kepala sekolah akan menjabarkan apa yang akan diperbuat. “Kepala sekolah ini nanti mengisi kertas kosong, mereka akan menulis apa yang akan mereka perbuat, itu nanti kita akan uji, ” kata Lasro.
 
Pelantikan hari ini merupakan pelantikan tahap pertama. Selanjutnya masih akan ada Kepala Sekolah yang dilantik. “Nanti akan kita inventarisasi, kita petakan yang mau jadi guru penggerak, kemudian kita assesmen kan lagi, baru kita pilih dari situ, ” kata Lasro.MM

Baca Juga :   Rintihan Nek Jenah yang tak Pernah Mendapat Bantuan Pemerintah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *