tobapos.co — Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menerapkan teknologi pengering bawang merah berbasis kolektor surya bagi kelompok tani di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.
Program ini menyasar persoalan pascapanen yang selama ini menjadi kendala utama petani setempat, yakni proses pengeringan bawang merah yang masih mengandalkan sinar matahari secara langsung di ruang terbuka.

Metode tradisional tersebut membuat waktu pengeringan berlangsung lama, berkisar 7 hingga 9 hari, bahkan lebih panjang saat cuaca tidak menentu. Kondisi ini menyebabkan mutu bawang merah kerap tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3159-1992), serta meningkatkan risiko pembusukan, serangan jamur, dan gangguan hama seperti tikus dan kelelawar.
Menjawab persoalan tersebut, tim yang diketuai Benny Oktrialdi, S.T., M.T., bersama anggota Al-Khowarizmi dan Ade Faisal, merancang alat pengering hibrida yang memanfaatkan energi surya melalui kolektor tertutup. Sistem ini mengandalkan aliran udara panas secara konveksi alami dari kolektor menuju ruang pengering berbentuk kabinet bertingkat.
Desain tertutup ini sekaligus melindungi bawang merah dari kontaminasi lingkungan dan gangguan hama selama proses pengeringan berlangsung.
Selain penerapan alat, program juga mencakup pendampingan dan edukasi kepada petani mengenai standardisasi kadar air sesuai SNI, agar hasil panen memiliki mutu yang seragam dan layak simpan.
Kegiatan dilaksanakan secara bertahap selama delapan bulan, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, hingga penguatan keberlanjutan program agar petani mampu mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri.
Program ini ditargetkan mampu memangkas waktu pengeringan hingga lebih dari 30 persen serta menekan tingkat kehilangan hasil pascapanen.
Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Mandiri Kecamatan Beringin, Parno, Amd., menyatakan kesiapan kelompok tani binaannya yang beranggotakan 10 petani untuk terlibat aktif sebagai mitra sasaran program.
Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema hibah Pengabdian kepada Masyarakat tahun anggaran 2026. Dan sejalan dengan sejumlah target pembangunan berkelanjutan (SDGs), yakni ketahanan pangan, energi bersih dan terjangkau, serta pertumbuhan ekonomi inklusif bagi petani di wilayah Deli Serdang.(H2)