Dinilai Cuek Akan PAD, Bupati Deli Serdang Diminta Evaluasi Kinerja Camat Sunggal DS Eko Supriadi

Headline Sekitar Kita

tobapos.co – Setelah diinformasikan akan berdirinya bangunan jenis gudang diduga tanpa IMB yang dapat merugikan PAD, jumlahnya sebanyak 2 unit milik pengusaha Asia Makmur dipanggil Acui berada di Jalan Kapten Sumarsono, Kp Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang kepada Camat wilayah tersebut Eko Supriadi, namun hingga kini terkesan cuek tanpa tindakan, membuat berbagai elemen masyarakat mendesak Bupati Ashari Tambunan mengevaluasi kinerja sang Camat, bila perlu dicopot.

Salah satunya dilontarkan Ketua LSM Suara Proletar Ridwanto Simanjuntak yang dimintai tanggapan wartawan, “Bila memiliki kewenangan namun tak bertindak akan adanya kegiatan yang dapat merugikan pemasukan ke kas daerah, maka oknum Camat seperti itu tampaknya layak diganti, sebab bisa menjadi pengganjal program-program Bapak Bupati nantinya, apalagi telah diinformasikan kepadanya, itu layak dievaluasi kerjanya,” kata Simanjuntak. Rabu (10/5/2022).

Baca Juga :   Kerumunan di Petamburan, Walikota Jakpus Dicopot 
Foto:Bangunan gudang diduga tanpa IMB//

Di tempat terpisah, masyarakat sekitar ditanyai mengatakan, ” Bangunan gudang tersebut sudah hampir rampung, tinggal bagian atap, namun tak nampak IMB nya, bangunan cukup luas dan besar ya, pajaknya untuk Pemkab pasti besar pula,” kata warga.

Pantauan terkini, para pekerja masih sibuk beraktivitas membangun gudang berukuran besar itu. Meski diduga tanpa IMB, pemilik dirasa merupakan orang kuat yang kebal aturan.

Kemarin ketika dikonfirmasi kepada pemiliknya, Acui mengaku bangunan tersebut didirikan akibat adanya pelebaran jalan oleh pemerintah, sehingga dia memundurkan bangunannya dan tak perlu pakai IMB, anehnya sebelumnya diketahui tak pernah ada gudang di lokasi tersebut ‘Asia Makmur’.

Baca Juga :   Bobby Nasution Temukan Pemasangan U-Ditch Tidak Sesuai, Minta Dinas PU Lakukan Evaluasi & Tindak Tegas

Camat Sunggal Deli Serdang dicoba konfirmasi melalui seluler hingga berita ini dimuat belum membalas, ditelepon juga tak mengangkat.

Ada lagi isu yang berkembang, disebut-sebut banyak oknum yang mendapat keuntungan masuk ke kantong pribadi dari berdirinya bangunan Acui yang diduga ilegal tersebut. (TP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *