tobapos.co – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mendorong Pemprov DKI segera menerapkan lock down mikro pada level RT dan RW zona merah Covid-19.
Prasetio mengatakan hal itu perlu dilakukan lantaran lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota terjadi secara signifikan dan mulai tak terkendali.
“Ini harus cepat agar kasus penularan bisa segera ditekan. Karena memang kasus aktif di Jakarta sudah memasuki angka yang mengkhawatirkan,” kata Prasetio dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/06/2021).
Namun, Pras panggilan akrabnya, menekankan, bahwa penerapan lock down mikro tersebut perlu diawasi serta kebutuhan pangan warga setempat harus dipenuhi oleh pihak kelurahan.
Lebih jauh, Pras mengungkapkan, rata-rata pasien itu berasal dari 265 kelurahan di DKI Jakarta. Terbanyak berada di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat, dengan total 285 kasus.
“Kemudian tercatat di Kelurahan Cengkareng Timur 194 kasus, Pademangan Timur 187 kasus, Lubang Buaya 180 kasus, Kebon Jeruk 162 kasus, dan dari kelurahan-kelurahan lainnya,” tutur politisi PDIP itu.
Dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus Covid-19 harian di Ibu Kota menyentuh angka di atas dua ribu. Pada 12 Juni 2021 Dinas Kesehatan mencatat ada 2.455 kasus positif baru. Sedangkan pada 11 Juni 2021 terjadi penambahan 2.293 kasus dan 2.096 kasus pada 10 Juni 2021.
Pada Ahad kemarin, 13 Juni 2021, tercatat ada 2.769 kasus Covid-19 tambahan. Teranyar, pada Senin kemarin, 14 juni 2021, Dinas Kesehatan mencatat ada 2.722 kasus Covid-19 baru. Persentase kasus positif atau positivity rate tercatat sebesar 17,9 persen.
Karena itu, menurut Pras, perlu ada pengawasan yang ketat dari Gugus Tugas Covid-19 tingkat kelurahan untuk dapat menekan penularan Covid-19 dengan penerapan lock down mikro. Sebab, kata dia, lemahnya pengawasan di lapangan sering kali menjadi salah satu penyebab sia-sianya upaya penanggulangan Covid-19.
Diketahui, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperpanjang PPKM Mikro hingga 28 Juni 2021 karena kondisi penularan Covid-19 yang mengkhawatirkan hingga nyaris masuk fase genting.
“Ibu Kota kini dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika fase itu terjadi, maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September dan Februari tahun lalu,” kata Anies.
Berdasarkan data di situs resmi corona.jakarta.go.id, total pasien Covid-19 yang ada di Jakarta pada Senin, 14 Juni 2021 sebanyak 17.444 orang. Jumlah itu terdiri dari 7.410 orang yang dirawat di rumah sakit dan 10.034 lainnya menjalani isolasi mandiri. (TP 2)