tobapos.co – Kakawil Kemenag Sumatera Utara H Ahmad Qosbi bangga dan apresiasi profesi wartawan di Medan – Sumatera Utara nyata berkualitas.
Saat menyampaikan sambutan Ahmad Qosbi dihadapan puluhan wartawan pada acara media ghatering di Hotel Radisson Rabu (7/8/2024) Ahmad menyebut jurnalis Medan bagaikan guru tajwid.
Qosbi bersama Katim Humas Mulia Banurea agungkan kaum jurnalis Medan, kebanggaan yang dirasakan nyata, sebab satu -satunya Kakanwil di Indonesia menerima piagam dari organisasi wartawan.
Ketika komunitas IMO (Ikatan Media Online) menyampaikan piagam plakat tanda kesuksesan penyelenggara haji tahun 2024.
Suatu penghargaan tak terhitung, hingga viral secara National, ujar Ahmad Qosbi mengakui.
“Saya berulangkali ditelpon dari Kementerian Agama RI. Kala itu sejumlah pejabat bertanya, bagaima caranya anda menemani wartawan di Medan. Sebab diketahui wartawan di Medan ini, senang mengkritik dan membuat berita yang sifatnya selalu salah, tanya mereka.
Qosbi mengatakan, semuanya dilaksanakan dengan baik. Perlakuan terhadap sejumlah wartawan tak ada yang berlebihan.
Hanya saja, sambut Kakanwil ini menuturkan, mereka di moment kegiatan pelaksanaan haji itu juga termasuk beribadah, ungkap saya (Ahmad Qosbi) menjawab mereka.
“Kaum jurnalis beraktivitas sesuai profesinya, konten mereka turut mendukung penyenggaraan ibadah haji”. Spritualnya, kata Qosbi wartawan disini nyata turut serta melaksanakan ibadahnya, ungkap Qosbi melanjutkan.
Sangat mengagumkan, kinerja media ini, merelakan waktunya sampai larut malam hingga subuh menanti kedatangan jamaah haji pulang dari tanah suci ke tanah air. Beberapa wartawan ternyata setia menunggu kedatangan tamu Allah.
Sesi lain yang membuat tertarik analisis jurnalis terasa menyejukkan para jemaah dan PPIH (petugas penyelenggara Ibadan haji) di embarkasi Medan.
Luar biasa lidahnya, tulisan kalimat menyejukkan. Kalau lebih mereka kurangi kalau kurang mereka tambahin,”ucapnya.
Lebih lanjut Ahmad Qosbi mengungkapkan, di kanwil-kanwil Kemenag lain, jangankan melaksanakan Media Gathering ibadah haji, dengan wartawan pun takut mereka. “Saya selalu saya bilang, melihat pers, melihat wartawan jangan kita buat momok yang menakutkan, mungkin di pikiran sudah tertanam uang dan duit, padahal tidak begitu,”tuturnya.
Kedepan harapannya, semoga melalui Media Center tercipta keharmonisan, tidak saja soal Haji, tapi juga apa yang terkait dengan informasi-informasi keagamaan yang harus kita sampaikan ke masyarakat adalah merupakan satu kebaikan.
Hari ini Media Gathering penyelenggaraan Ibadah Haji, besok media Gathering penyelenggaraan moderasi beragama atau yang lain-lain, masukkan ke depan sangat diharapkan.
“Saya bilang besar kecilnya, bagus tidaknya, mulia atau terhinanya Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara itu tergantung lidah dan tulisan Bapak-Ibu, maka membaguskan dan membenarkan lidah humas itu hanya Bapak-Ibu sebagai guru,”ujar Kakanwil.
Rekan-rekan kami media pers, bahwa bapak ibu lah yang menjadi guru tajwid di Haji ini ataupun di Kementerian Agama mana mana yang salah, mana yang kurang, mana yang lebih, rekan-rekan kami selalu memberikan masukan,”harapnya.
Oleh sebab itu, saya harapkan kepada para pejabat atau para pemangku kebijakan dan Kepala Daerah jangan alergi dan ketakutan jika bertemu atau dijumpai wartawan untuk konfirmasi untuk mencari bahan untuk pemberitaan dan juga diharapkan kepada pejabat jangan berpikiran kalau ketemu wartawan harus mengeluarkan uang,”terang Ahmad Qosbi.
Kakanwil Kemenagsu H. Ahmad Qosbi Nasution juga dalam kesempatan ini menyampaikan apresiasinya bahwa satu satunya Embarkasi yang ada di Indonesia yang mendapat penghargaan dari rekan media, adalah Embarkasi Medan, yang menurut rekan media pelaksanaan pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji di Embarkasi Medan sudah cukup baik,” terang Ahmad Qosbi mengakhiri pidatonya. (MM)