tobapos.co – Aparat hukum (Polda Sumut, Kejati Sumut-red), layak melakukan penyelidikan terhadap informasi berharga ini. Terkait sejumlah paket pengadaan barang dan jasa pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM), Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi. Senin (14/8/2023).
Sesuai informasi yang dirangkum, yakni beberapa perusahaan rekanan di Dinas P3APM Pemko Tebing Tinggi, salah satunya paling santer CV MJ, yang mempunyai kedekatan khusus dengan oknum memiliki pengaruh kuat di dinas tersebut. Sehingga, banyak paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa diduga dimonopoli perusahaan tersebut.
Sejak Tahun Anggaran 2021 sampai saat ini di Dinas P3APM Pemko Tebing Tinggi. Seperti pengadaan Pakaian Dinas Harian (PDH), lalu pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) hingga Pekerjaan Konstruksi Bangunan dan macam sebagainya, CV MJ yang dipilih sebagai penyedia melalui Penunjukan Langsung (PL) oleh Kepala Dinasnya.
Padahal, dalam peraturan, pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan metode Penunjukan Langsung harus dalam keadaan tertentu dengan beberapa poin-poin yang ditetapkan. Tetapi ada apa CV MJ di antara para rekanan Dinas P3 APM dijadikan seperti ‘Anak Emas”? Parahnya, Penunjukan Langsung CV MJ dinilai tidak satu pun dalam kriteria dalam keadaan tertentu.
Dari kedekatan khusus yang menimbulkan dugaan monopoli proyek oleh CV MJ di Dinas P3 APM Pemko Tebing Tinggi itu, masyarakat berharap dapat dijadikan celah, pintu masuk pihak aparat Ditreskrimsus Polda Sumut maupun Kejaksaan Tinggi Sumut untuk membongkarnya dalam rangka komitmen pemberantasan korupsi.
Diketahui dalam Pasal 2 Ayat (1), Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, “Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara…”
Terkait informasi di atas yang didapat, kepada Sri Wahyuni selaku Kepala Dinas (Kadis) P3APM, kemudian Sekda Kamlan dan Pj Walikota Tebing Tinggi Syarmadani, telah dicoba konfirmasi melalui sambungan seluler, namun hingga berita ini dimuat, ketiganya seolah kompak bungkam. (MR)