Pengusaha Judi Di Medan Tantang Pemerintah, Ciptakan Keramaian Tak Perduli Ancaman Covid

Headline Kriminal

tobapos.co – Seakan tak perduli ancaman  Covid 19 dan varian barunya omicron yang terus mengancam, para pengusaha judi di Kota Medan, Sumatera Utara menantang pemerintah, mereka jelas-jelas mengundang keramaian masyarakat berpesta pora agar berjudi di tempat – tempat yang mereka sediakan.

Padahal, pemerintah masih memberlakukan kebijakan agar usaha-usaha rawan penularan virus corona ditutup, seperti dunia hiburan malam. Namun nyatanya, di sarang – sarang perjudian di Kota Medan terpantau keramaiannya melebihi lokasi hiburan malam seperti sebelumnya saat beroperasi.

Ada lagi yang lebih miris, tak ada protokol kesahatan disana (Lokasi -lokasi judi di Medan), lebih gawatnya perjudian maupun mengelolanya merupakan perbuatan melawan hukum, tetapi mengapa seperti malah direstui pihak berwenang, ada apa, apakah memang petugas tak perduli lagi dengan nasib bangsa ini bila Covid-19 semakin membludak seperti di negara-negara lain?

Sebagai contoh sesuai hasil investigasi tim media ini, seperti kawasan Kecamatan Medan Sunggal tepatnya di Jalan Tapian Nauli, Jalan Ringroad/ Gagak Hitam, Jalan Bayu hingga Jalan Bakul dan masih banyak lokasi lainnya, sudah berbulan-bulan bahkan sampai sekarang, Kamis (14/1/2022), marak  aktivitas perjudian menyebabkan keramian masyarakat membludak di lokasi tersebut, hampir tak ada yang memakai masker, penyediaan alat prokes, 24 jam setiap harinya dibuka, tak ada pula tindakan tegas meski melanggar aturan dan hukum.

Bukan di Kecamatan Medan Sunggal saja, di kecamatan-kecamatan lainnya di Kota Medan saat ini memang seperti jamur di musim hujan perjudian mesin seperti tembak ikan, slot, rolet dan jenis lainnya beroperasi.

Terkait ini telah pula dicoba konfirmasi kepada Kapolsek Sunggal Kompol Chandra Yudha Pranata, kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, tetapi entah mengapa belum berbalas dan perjudian pada lokasi yang diberitahukan tetap saja berlangsung dan malah makin menjadi-jadi.

Dari Wakil Rakyat juga telah memberikan imbauan agar pihak kepolisian setempat bertindak tegas, seperti dikatakan Abdul Rani SH dari Komisi A, tetapi begitulah kenyataannya, apakah dianggap angin lalu.

Masyarakat berharap Kapoda Sumut Irjen Pol Panca Putra Sumanjuntak mau mendengarkan jeritan hati para kaum ibu yang suami maupun anaknya hancur karena maraknya judi di Kota Medan saat ini. (TIM/foto-ilustrasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *