Bandar Togel Taput Disebut Kerap Dikawal Oknum Polisi, Kapolri Diminta Turunkan Tim Basmi Judi di Sumut

Headline Kriminal

tobapos.co – Sudah menjadi rahasia umum, sepanjang tahun 2020 hingga 2021 segala bentuk permainan judi marak di Propinsi Sumatera Utara, khususnya judi tebak angka toto gelap (Togel). 

Dampak dari maraknya perjudian tersebut, tentunya membuat masyarakat resah dan pertanyaan pun timbul, ada apa dengan para penegak hukum berwenang di Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) ?

Mengapa pula sampai saat ini petugas yang diberikan kewenangan di Polda Sumatera Utara terkesan enggan memberantas perjudian di Sumut dan menangkap para cukong juga para bandar judi toto gelap (Togel)?

Sebagai contoh yang mengherankan,  bandar judi togel di Tapanuli Utara dipanggil K4rdo, disebut kerap dikawal oleh seorang oknum anggota Polri yang diduga bertugas di Polda Sumut.

“Orang di Taput tau, kalau K4rdo turun kelapangan selalu dikawal oleh seorang oknum Polisi yang bertugas di Polda Sumut,” ungkap sumber kepada tobapos.co.

“Ada apa ini Pak Kapolri..? Apakah seorang bandar judi togel bisa seenaknya seolah mendapat pengawalan khusus dari seorang anggota Polri..?”

Dari itu, beragam tanggapan pun semakin beredar kencang di masyarakat luas. Salah satunya berkembang, apakah seorang anggota Polri diizinkan pimpinannya mengawal bandar judi togel?

Informasi terus digali, sepak terjang K4rdo dalam menjalankan bisnis judi togelnya di Tanah Batak Tapanuli Utara, Sumut, ternyata cukup disegani terutama oleh pesaingnya.

Ilustrasi//

Pasalnya, K4rdo bahkan tanpa segan-segan menyuruh oknum untuk menangkap, bilamana ada bandar lain yang coba-coba membuka bisnis togel di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). 

“Salah satu bandar togel yang pernah ditangkapkan K4rdo, marga Pasaribu. Sudah meninggal dia, gak lama setelah bebas dari Rutan Tanjung Gusta,” beber warga.

Akan apa yang sudah dipertontonkan K4rdo selama ini dalam menjalankan bisnis togelnya mulai dari Kisaran, Tanjungbalai, Asahan dan Tapanuli Utara membuat masyarakat bertanya, sebegitu besarnyakah pengaruh K4rdo sehingga belum tersentuh Polda Sumatera Utara maupun jajarannya ?

Padahal sejatinya, sesuai tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi), selain mengayomi, melayani, melindungi masyarakat, Polisi juga harus memberantas segala bentuk perjudian sesuai aturan hukum Pasal 303 KUHPidana di wilayah hukum masing-masing. 

Namun mengapa K4rdo bisa melenggang melawan hukum tanpa tersentuh hukum, apakah sang bandar judi togel tersebut selama ini memberikan kontribusi besar, lantas siapa yang terima?

Keseriusan Polda Sumut Berantas Judi Patut Dipertanyakan?

Polda Sumatera Utara dipimpin Irjen Pol Martuani Sormin dalam memberantas judi di wilayah hukumnya, sesuai dengan slogannya  patut dipertanyakan.

Karena pada kenyataanya, judi togel di Sumatera Utara justru dinilai semakin masif,  dan merajalela hingga ke daerah pelosok.

Untuk membuka tabir kebenaran dan menjawab keresahan masyarakat Sumatera Utara, serta dugaan penyalahgunaan tugas dan jabatan oleh oknum anggota Polri, Kapolri mungkin bisa menurunkan Tim Mabes Polri ke Sumatera Utara.

“Untuk mengungkap tabir kesan pembiaraan segala bentuk perjudian Togel beredar di Sumut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo harus turunkan Tim. Dugaan adanya permainan oknum aparat penegak hukum dengan para cukong judi togel di Sumut harus dibongkar,”ujar masyarakat Sumut.

Sementara itu, aliansi masyarakat anti perjudian di Sumatera Utara, akan kondisi ini  mendesak Kapolri agar mengusut tuntas anggota Polri yang rekeningnya mencurigakan, bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Kita yakin Kapolri tidak mau institusi Polri dikhianati oleh oknum polisi nakal yang memanfaatkan jabatannya. PPATK pasti mampu mengusut aliran dana bisnis judi togel tersebut mengalir,” pinta elemen masyarakat tersebut.

Sebagai kontrol sosial menyuarakan keresahan masyarakat dan menjalankan kode etik, tim tobapos.co melayangkan informasi yang didapat sekaligus melakukan konfirmasi kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si. Tetapi,  hingga berita ini ditayangkan, Sabtu (20/2/2021), beliau belum juga memberikan jawaban, meski sebelumnya Irjen Pol Martuani Sormin berkomentar cukup vokal akan kondisi tersebut. (Sofar Panjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *