17 Penumpang WNI-WNA Dari Singapura Di Karantina, Gubernur Edy Rahmayadi Minta Daerah Perketat Pos Penyekatan

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Dansatgas Pemulangan WNI & WNA bandara KNIA Deli Serdang melaporkan kedatangan (Warga Negara Indonesia) dan WNA (Warga Negara Asing) pada Penerbangan Luar Negeri dari Singapura yang tiba di Bandara Kualanamu Kabupaten Deli Serdang .

Laporan yang disampaikan Dansatgas tersebut dibenarkan Kadis Kominfo Provsu Irman Oemar dalam siarannya kepada wartawan pada Sabtu, (15/5/2021).

Menurut keterangan Irman pada Jumat 14 Mei 2021 pukul 07.50 WIB di lokasi Kedatangan Internasional Bandara Kualanamu Deli Serdang telah mendarat pesawat Singapura Airlines dari Singapura dengan membawa sejumlah 17 orang penumpang dewasa.

Rangkaian tindakan pengawasan yang dilakukan, kata Irman Oemar menuturkan, pada pukul 07.55 WIB petugas awalnya melaksanakan pengecekan dan melakukan penyemprotan disnfektan di area body clean.

Selanjutnya pencatatan data penumpang oleh Tim KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) dilanjutkan pengambilan Test Swab oleh tim KKP.

Selesai pendataan, lanjut Irman menjelaskan oleh petugas KKP para penumpang diarahkan menuju Tim Imigrasi untuk pengecekan dan pencocokan data pasport.

Demikian halnya Pengecekan Barang Bawaan penumpang oleh Tim Bea Cukai, jelasnya.

Usai rangkaian pengecekan untuk WNI dilanjutkan persiapan pergeseran Penumpang WNI ke lokasi karantina yang sudah disiapkan Pemerintah.

Dengan menggunakan pengangkutan bus DAMRI tepatnya pukul 08.42 WIB seluruh WNI di berangkatkan menuju karantina pemerintah yakni Gedung LPMP – Medan sejumlah 13 orang. Sejumlah 4 orang karantina mandiri di Hotel Grand Darussalam, terang Irman.

Tentunya rangkaian kegiatan tersebut, ujar Irman Oemar lebih lanjut adalah sebagai langkah antisipasi arus balik Lebaran Idulfitri 1442 H/2021 M.

Oleh karena itu pak Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta kepada Kepala Daerah untuk mengambil langkah atau tindakan mencegah peningkatan kasus positif Covid-19. Hal itu mengingat eskalasi penularan virus Covid-19 di provinsi ini masih tinggi.

Kegiatan antisipasi pencegahan ini menindaklanjuti Surat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional pada 12 Mei 2021, Gubernur Edy Rahmayadi selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut menginstruksikan agar kepala daerah khususnya di 10 kabupaten untuk memperketat pos penyekatan pada masa arus balik Idulfitri 1442 H/2021 M.

“Kepada semua bupati diminta agar melakukan pemeriksaan secara teliti dan cermat terhadap dokumen RT-PCR, swab test Antigen atau Genose setiap pelaku perjalanan masyarakat pada masa arus balik Idulfitri 1442 H/2021 M di setiap pos penyekatan di perbatasan,” ujar Gubernur, dalam instruksi tertulisnya kepada Satgas Covid-19 kabupaten.

Adapun yang menjadi prioritas pos penyekatan dimaksud, sebanyak 10 kabupaten yang posisinya berbatasan langsung dengan daerah di provinsi lain. Ditambah daerah pendukung guna memperketat penjagaan dari luar provinsi.

“Kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten agar memberikan dukungan personel untuk melakukan swab test antigen di titik-titik pengecekan yang telah ditentukan. Dukungan alat rapid test disiapkan oleh Kementerian Kesehatan RI,” jelas Gubernur.

Sedangkan bagi pelaku perjalanan pada masa arus balik Lebaran kali ini, lanjutnya, jika dinyatakan positif maka wajib dilakukan isolasi di tempat yang telah disediakan oleh Satgas Covid-19 daerah. Dukungan untuk langkah tersebut, ditanggung oleh Pemerintah Pusat.

Perintah tersebut dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Irman Oemar, diprioritaskan kepada 10 kabupaten yakni Langkat, Karo, Dairi, Pakpak Bharat dan Tapanuli Tengah yang berbatasan dengan Provinsi Aceh. Kemudian Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Padanglawas, Padanglawas Utara serta Madina dengan perbatasan Provinsi Riau dan Sumatera Barat.

“Untuk daerah lainnya Pak Gubernur tetap meminta agar tidak melonggarkan penjagaan. Karena kondisinya, masih banyak masyarakat yang tetap melakukan perjalanan mudik sebelum lebaran walaupun sudah ada larangan dari pemerintah. Karena itu pada arus balik, antisipasi tetap dilakukan,” ujar Irman, Sabtu (15/5/2021).

Dirinya juga menyebutkan bahwa pos penyekatan telah berjalan sejak H-7 Idulfitri 1442 H/2021 M. Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada Sabtu dan Minggu 15 dan 16 Mei 2021, mengingat pada 17 Mei 2021, sebagian besar sudah kembali bekerja.

“Utamanya Pak Gubernur memberikan perhatian pada pemudik yang mau melakukan perjalanan dari provisni lain. Namun yang dalam provinsi juga tidak boleh abai terhadap segala kemungkinan. Untuk itu kita minta agar disiplin menjalankan protokol kesehatan, jangan lengah pakai masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak interaksi serta hindari kerumunan,” jelas Irman. (MM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *